Skip to content

Agama Syi’ah (Roofidhoh) Seri-2

25 February 2014

17 kali tidak boleh kurang setiap Muslim memohon kepada Allooh سبحانه وتعالى agar ditunjukkan pada Jalan yang Lurus (Ash Shiroothol Mustaqiim) dan dihindarkan dari Jalannya orang-orang yang Allooh سبحانه وتعالى murkai (Maghdhuub ‘Alaihim) dan dihindarkan dari Jalannya orang-orang yang sesat (Dhoolin).

Seandainya setiap Muslim itu tahu bahwa Jalan yang Lurus itu adalah Jalan Muhammadصلى الله عليه وسلم, begitu pula Jalan dan Keterangan yang disampaikan dan diriwayatkan oleh para Shohabat رضي الله عنهم; maka semestinya setiap Muslim menjadi konsekwen didalam ber-Islam ini hanya mengikuti, melaksanakan dan mempedomani apa yang pada saat itu Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan para Shohabatnya melakukannya.

Diantara sebab mengapa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dikenal dengan julukan “Ahlus Sunnah Wal Jama’ah” adalah karena mereka lah yang diberi berita kabar gembira oleh Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم untuk menjadi golongan yang selamat (Al Firqotun Naajiyyah).

Namun untuk menjadi “Al Firqotum Naajiyyah” adalah mutlak diperlukan indikator dan kriterianya. Benarkah, konsekwenkah seseorang mengikuti jalan ini, ataukah sekedar pengakuan dan penyematan belaka; daripada tidak sama sekali.

Ketahuilah bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم memberikan kepada kita jawaban pada saat ditanya tentang siapa golongan yang selamat itu; maka jawaban beliau صلى الله عليه وسلم adalah, “Mereka yang berada diatas apa-apa yang aku dan para Shohabatku diatasnya.”

Ketahuilah bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menyampaikan Al Qur’an, mencontohkan dan menjelaskan Al Qur’an dengan Sunnahnya. Demikian pula para Shohabat menyampaikan dan meriwayatkan kepada kita Al Qur’an dan seluruh Sunnah Rosuul; sekaligus dengan penjelasan dan uraian tentang jabaran Al Qur’an dan Sunnah, termasuk perkara-perkara yang disepakati (Ijma’), termasuk Fatwa-Fatwa mereka atas berbagai kejadian dan kasus yang secara eksplisit tidak ditemukan didalam Al Qur’an dan Al Hadits.

Namun di Indonesia khususnya, terutama pasca Revolusi Iran, pemikiran dan pemahaman tentang apa yang ada dan berkembang di negeri Iran ini kemudian sedikit demi sedikit secara bertahap, lambat laun tetapi pasti dibawa oleh orang-orang yang hatinya gelap dan buta bahwa pemahaman AGAMA SYI’AH (ROOFIDHOH) ini SANGATLAH BERBAHAYA, bahkan mengancam bukan saja kepada Agama Islam tetapi juga kepada nyawa dan eksistensi pemeluk-pemeluk Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Secara diam-diam melalui Taqiyyah yang merupakan perilaku pura-pura. Pura-pura menjadi Muslim padahal dia Kaafir. Pura-pura Ahlus Sunnah padahal dia Syi’ah. Hal seperti ini terus dilakukan mereka, hingga merasuk kedalam tubuh kaum Muslimin sehingga beberapa tahun terakhir ini setelah mereka banyak memiliki sarana dan media dakwah kesesatan mereka di berbagai bidang dari mulai majelis taklim, yayasan, komunitas, lembaga pendidikan, media cetak, media elektronik hingga berbagai kasus yang mereka coba sebagai wujud memperjuangkan eksistensi mereka seperti terjadi pada kasus Sampang, Jember, Malang sampai dengan berbagai peringatan ritual di ibukota negeri ini seperti peringatan ‘Iedul Ghodiir, peringatan ‘Asyuro 10 Muharrom dan lain-lain. Hingga upaya mereka mempengaruhi dan menguasai perpolitikan melalui bergabung dan merasuknya beberapa sosok tokoh-tokoh mereka kedalam beberapa partai di negeri ini, yang dalam bidikan mereka hasil Pemilu 2014 besok mereka berharap meraih jabatan dan kedudukan politik.

Hal ini menuntut tanggung-jawab untuk dalam waktu yang sesingkat-singkatnya memberikan pencerahan dan imunisasi pada kaum Muslimin Indonesia agar segera terbangun, tersadar dan mengetahui serta menyikapi bahwa: SYI’AH & AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH BUKAN SEKEDAR PERBEDAAN KHILAFIYYAH / MADZAB, bukan sekedar perbedaan cara berpikir, perbedaan budaya; akan tetapi benar-benar SYI’AH ADALAH AGAMA LAIN. Ya, AGAMA SYI’AH / AGAMA ROOFIDHOH…. Dan BUKAN AGAMA ISLAM, BUKAN AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH.

Dalam beberapa edisi MP3 berikut ini akan disampaikan secara bertahap keterangan dan bukti bahwa mereka Syi’ah bukanlah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, bahwa mereka Syi’ah bukanlah Islam seperti yang Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم sampaikan kepada kita. Bahkan dari ungkapan mereka sendiri, setiap kita kaum Muslimin akan mengetahui bahwa keberadaan Agama Syi’ah ini adalah berbahaya !!! Bahkan bukan sekedar nyawa pengikut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang terancam, tetapi dalam jangka panjang agama ini akan membahaya ini akan membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selamat menyimak seri kajian tentang Agama Syi’ah berikut ini.

KAJIAN-4: SYI’AH (ROOFIDHOH) & TAQIYYAH

Download:

Syi’ah (Roofidhoh) & Taqiyyah, Bagian-1

Syi’ah (Roofidhoh) & Taqiyyah, Bagian-2

Syi’ah (Roofidhoh) & Taqiyyah, Bagian-3

Syi’ah (Roofidhoh) & Taqiyyah, Bagian-4

Syi’ah (Roofidhoh) & Taqiyyah, Bagian-5

KAJIAN-5: AL QUR’AN VERSI AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

Download:

Al Qur’an versi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Bagian-1

Al Qur’an versi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Bagian-2

Al Qur’an versi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Bagian-3

Al Qur’an versi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Bagian-4

Advertisements
2 Comments leave one →
  1. faisal permalink
    1 March 2014 2:24 pm

    assalamu’alaikum waroh matullooh
    ustadz, tolong ksh tau gmna cra do’a yg benar ssudah solat fardu, trus dzkir, trus do’a nya gmna ?
    awal nya apa ?
    misal nya bismillaahirrohmanirrohiim, lhamdulillahirabbil ‘alamin, Hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi u mazidah ya rabbana lakal hamdu kama yanbaghi lijalali wajhikal karimi wa’adzimi sulthanika
    apa ini benar ?
    tolng bimbingannya ustadz, dari awal smpe akhir nya gmna ?
    ana ingn tau detail nya
    jazakumullooh ustadz

  2. aulia permalink
    3 April 2014 5:22 pm

    Assalam.
    Ustadz saya mau tanya bagaimana dengan blog ini

    http://gizanherbal.wordpress.com/2012/03/22/waspada-lagu-lagunya-haddad-alwi-dan-sulis-karena-berbau-syiah/

    yang isinya tentang bertawasul kapada orang yg sdh meninggal, apa itu diperbolehkan?
    juga menyebutkan bahwa ibadah itu semua ada dalilnya, lantaas bagaimana dengan ZAKAT, dijaman Nabi Zakat dengan Gandum ttp di Negara Kita dengan Beras,
    Menyambung Silaturahmi via HP apa itu dilarang jika semua ada dalilnya

    mohon penjelasannya.

    Jazakumullah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: