Skip to content

As Sunnah Antara Salaf & Kholaf

6 December 2013

Jika kita mendengar kata “As Sunnah”, maka bisa dipastikan tidak asing dan tidak aneh kedengarannya di kalangan kaum Muslimin. Dari dulu sampai masa kini, dari kota bahkan di desanya.

Yang menjadi masalah adalah, seperti apa “As Sunnah” itu? Harus bagaimana kita menyikapi “As Sunnah” itu? TITIK INILAH yang MEMBEDAKAN KUALITAS SESEORANG dengan orang yang lainnya.

Pada zaman dahulu di saat Shohabat رضي الله عنهم hidup bersama Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Pada saat Taabi’iin menyerap ilmu dari para Shohabat رضي الله عنهم. Demikian para ‘Ulama dan orang-orang yang berilmu, termasuk orang-orang yang shoolih. Mereka (Salaf) dengan GIGIH BERUPAYA untuk MENETAPI dan MENEPATI APA SAJA YANG SHOHIIH berasal DARI ROSUULULLOOH صلى الله عليه وسلم. Bahkan merasa berdosa ketika tidak mampu untuk seperti Sunnah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم.
Sehingga Abu Bakar Ash Shiddiq رضي الله عنه sangatlah ketakutan akan sesat jika meninggalkan apa yang pernah dikerjakan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم; beliau رضي الله عنه berkata, “Tidak ada suatu perbuatan yang Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dahulu kerjakan, kecuali aku berusaha pula untuk mengerjakannya. Aku takut jika aku meninggalkan apa yang pernah dikerjakan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maka aku akan sesat.”

Berbeda dengan kaum Muslimin di masa kini (Kholaf), dimasa kita berada diantaranya. Yang kontradiktif justru yang populer dan favorit. Betapa tidak, mereka puas jika meninggalkan sesuatu yang itu adalah Sunnah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Lalu dia meninggalkannya dengan berdalih “Ah itu kan cuman Sunnah”.

Jangankan yang makruh, bahkan yang harom pun mereka anggap itu “Sunnah”. Na’uudzubillaahi min dzaalik.

Simaklah audio khutbah Jum’at berikut ini.

Download:

As Sunnah Antara Salaf & Kholaf, Bagian-1

As Sunnah Antara Salaf & Kholaf, Bagian-2

Advertisements
3 Comments leave one →
  1. 12 December 2013 6:43 pm

    Assalamu’alaikum..
    Ustadz, mungkin pertanyaan saya diluar tema… Bismillah, saya ingin menanyakan apakah manusia bisa melihat jin & malaikat? Dan bagaimana dengan mereka yang mengaku bahwa bisa melihat jin ?

  2. sulastri permalink
    13 November 2016 10:16 am

    Ijin share pak Ustadz

    • 29 January 2017 10:21 am

      Silahkan… semoga menjadi ilmu yang bermanfaat… Barokalloohu fiiki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: