Skip to content

Natal dan Tahun Baru

24 December 2011

Setiap ideologi dan agama memiliki ajaran masing-masing, memiliki tuntunan masing-masing, memiliki ciri khas masing-masing. Menurut Islam, apa yang menjadi ajaran Islam haruslah diyakini kebenarannya, harus dijaga kemurniannya, harus diamalkan oleh pengikutnya, bahkan harus berbangga dengannya.

Adalah tidak boleh, dilarang, bahkan menyesatkan jika ada ajaran dari luar Islam, agama samawi maupun agama berhala dimasukkan, disesuaikan, bahkan diatasnamakan sebagai bagian dari syari’at Islam atau tuntunan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم atau syiar Islam. Beberapa hari kedepan, bagi kaum Nashoro akan menghadapi apa yang mereka sebut dengan Natal dan Tahun Baru. Sudah barang tentu, Natal dan Tahun Baru itu sama sekali bukan ajaran Islam, bahkan tidak boleh disesuaikan dan diatasnamakan dari ajaran Islam.

Betapapun tidak sedikit kaum Muslimin yang masih terbawa-bawa karena kejahilannya (kebodohannya), lalu ada yang melakukan, berikut serta, bahkan memberi ucapan selamat kepada para pelakunya; padahal yang demikian adalah Harom, ma’shiyat, bahkan jika dilakukan oleh para pemuka dan tokoh agama maka bagi mereka dosa bermulti level, dan bagi ummat adalah pendidikan yang buruk.

Terutama menghadapi Tahun Baru, maka tidak sedikit kaum Muslimin tidak mengerti bahwa itu adalah yang diyakini sebagai bagian dari ajaran agama Nasrani, dimana berikutnya mereka ikut menyemarakkan-meramaikan-mensyi’arkan baik secara langsung seperti berbondong-bondong berpawai ke Monas, membawa anak istrinya bahkan rela untuk membelanjakan hartanya untuk terompet dan sebagainya. Atau secara tidak langsung, melalui mengambil manfaat atau mengambil keuntungan dari momentum itu seperti menjual terompet atau atribut-atribut Natal dan Tahun Baru lainnya, padahal yang demikian itu adalah Harom; karena:
1. Hal itu sama dengan menyelisihi kemestian untuk menyeru mereka pada Islam
2. Mendiamkan kekufuran dan kesesatan
3. Menyerupai (Tasyabbuh) dengan orang-orang kaafir
4. Mengerjakan pekerjaan yang tidak berguna bahkan merugikan
5. Bahkan memberi kondisi yang mendidik generasi mendatang dengan pendidikan yang salah, rancu bahkan menyesatkan.

Maka simaklah audio khutbah Jum’at berikut ini.

Download:

Natal & Tahun Baru

Advertisements
8 Comments leave one →
  1. Ahmad Yani permalink
    27 December 2011 10:32 pm

    جَزَاكُمُ اللّهُ Mohon ijin copas

    • 28 December 2011 3:34 pm

      Wa ‘alaikumussalaam Warohmatulloohi Wabarokaatuh,
      Silakan saja… semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua… Barokalloohu fiika

  2. agung permalink
    28 December 2011 1:07 am

    Assalamu’alaikum,ijin copy Ustadz..

    • 28 December 2011 3:32 pm

      Wa ‘alaikumussalaam Warohmatulloohi Wabarokaatuh,
      Silakan saja… semoga menjadi ilmu yang bermanfaat… Barokalloohu fiika

  3. 31 December 2011 10:05 am

    Assalaamu’alaikum…
    Ijin share ustadz, jazakallah…

    • 31 December 2011 11:34 pm

      Wa ‘alaikumussalaam Warohmatulloohi Wabarokaatuh,
      Silakan saja… semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua… Barokalloohu fiika..

  4. kharis permalink
    11 December 2014 4:29 am

    izin copas

    • 13 December 2014 10:41 pm

      Wa ‘alaikumussalaam Warohmatulloohi Wabarokaatuh, Silakan saja… semoga menjadi ilmu yang bermanfaat… Barokalloohu fiika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: