Skip to content

Janganlah Mencari Cela Saudaramu

18 December 2011

Terkadang orang menggunakan isyarat tangan dimana telunjuknya menunjuk kepada orang lain. Padahal kalaulah dia sadar, maka jari yang diisyaratkan menunjuk tidak akan lebih dari satu sedangkan jari terbanyak yang lainnya itu adalah menunjuk kearah dirinya sendiri. Dari sini saja, seseorang semestinya mengerti bahwa seharusnya ia lebih sibuk menuding dirinya ketimbang menunjuk dan menuding orang lain.

Bagi orang yang pandai, mencari keuntungan lebih baik daripada mencari nol atau minus. Ini artinya bahwa seseorang mestinya lebih giat mencari yang berarti untuk dirinya kini dan yang akan datang, dunia apalagi akhirat. Dan jangan membuang modal hidup pada sesuatu yang hanya mendatangkan nol dalam hal ini sia-sia, apalagi berbuat dosa yang sudah barang tentu menjerumuskan dan mengundang murka Allooh سبحانه وتعالى.

Ketahuilah bahwa mencari aib orang lain, membahas aib orang lain, menyebar aib orang lain, puas dengan kekurangan dan cela orang lain, bukan sekedar mendatangkan sia-sia tetapi justru menggolongkan dia berhak dilahap api neraka. Na’uudzubillaahi min dzaalik.

Simaklah audio khutbah Jum’at berikut ini.

Download:

Janganlah Mencari Cela Saudaramu

Advertisements
3 Comments leave one →
  1. 29 December 2011 7:36 pm

    Subhanallah, terus Ustadz terkadang lisan ini tergelincir untuk mencela, terus tobatnya gimana? Dengan istighfar?

    • 5 January 2012 7:35 am

      Tentu… dengan istighfar, memohon ampun pada Allooh Subhaanahu Wa Ta’aalaa, karena dengan mengumbar mulut, mencela orang adalah merupakan ma’shiyat dan pelanggaran terhadap tuntunan Allooh Subhaanahu Wa Ta’aalaa dan Rosuulullooh Sholalloohu ‘Alaihi Wassallam. Namun istighfar saja tidak cukup, akan tetapi anda harus pertimbangkan jika diperkirakan orang yang anda caci maki tadi akan memaafkan kesalahan anda maka anda harus datangi dia, kemudian meminta maaf padanya atas perbuatan anda. Akan tetapi, jika dengan berterus terang anda padanya akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar, misalnya malah dia akan mencela anda makin marah pada anda, menambah peluang putusnya silaturahmi dll; maka anda punya pekerjaan baru yaitu mulai saat ini anda doakan dia, mintakan ampunan Allooh untuknya sehingga anda mengira bahwa anda telah membalas dosa anda padanya.

      Barokalloohu fiik…

  2. 2 January 2012 4:47 pm

    True!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: