Skip to content

Tanaman Obat Keluarga (Bagian-5)

3 April 2011

TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) Bagian-5

Seorang muslim, disamping lurus aqidahnya, ibadahnya maupun amalan-amalannya sesuai aturan Allooh سبحانه وتعالى dan mengikuti tuntunan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, juga hendaknya memelihara kesehatan tubuhnya yang merupakan anugrah Allooh سبحانه وتعالى tersebut dengan apa-apa yang halal dan thoyyib.

عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ »

Artinya:

Setiap penyakit ada obatnya, maka jika obat itu tepat mengena pada penyakitnya, maka seseorang akan sembuh dengan izin Allooh سبحانه وتعالى” – Hadits Riwayat Imaam Muslim dari Jaabir bin ‘Abdillaah رضي الله عنه.

Bila Allooh سبحانه وتعالى mengujinya dengan suatu penyakit, hendaknya seorang muslim berdo’a memohon kesembuhan dari Allooh سبحانه وتعالى, sambil berikhtiar mencari kesembuhan dengan cara-cara yang benar.

Perhatikanlah pernyataan Nabi Ibrahim عليه السلام yang diabadikan dalam QS. Asy Syu’aroo ayat 80 :

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Artinya:

Dan apabila aku sakit, Dialah (Allooh سبحانه وتعالى)Yang menyembuhkan aku

Berikut ini ada berbagai tanaman obat yang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pengobatan bagi yang tertimpa ujian berupa penyakit, antara lain:

1) WORTEL

(Daucus carota, Linn. / Daucus carota, Linn.)

Familia : Apiaceae

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Wortel (Daucus carota) mempunyai nilai kandungan Vitamin A yang tinggi yaitu sebesar 12000 SI. Sementara komposisi kandungan unsur yang lain adalah kalori sebesar 42 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,3 gram, hidrat arang 9,3 gram, kalsium 39 miligram, fosfor 37 miligram, besi 0,8 miligram, vitamin B 1 0,06 miligram, dan vitamin C 6 miligram. Komposisi di atas diukur per 100 gram.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kejang jantung, eksim, cacing kremi, mata minus.

1. Kejang Jantung

Bahan: Umbi wortel, 2 sendok madu, dan 1 potong gula aren.

Cara membuat: Wortel diparut dan diperas dengan 2 gelas air, kemudian dioplos dengan bahan lainnya sampai merata.

Cara menggunakan: Diminum 1 kali sehari.

2. Eksim

a. Bahan: 1 umbi wortel dan 1 sendok teh kapur sirih.

Cara membuat: Wortel diparut dan dicampur dengan kapur sirih sampai merata.

Cara menggunakan: Ditempelkan pada bagian yang sakit dan dibalut dengan verban.

b. Bahan: 3 umbi wortel.

Cara membuat: Diparut dan diseduh dengan 2 gelas air masak.

Cara menggunakan: Diminum 2 kali sehari.

3. Cacing Kremi

Bahan: 5-7 umbi wortel, garam dan santan kelapa secukupnya.

Cara membuat: Wortel diparut, kemudian ditambah dengan bahan lainnya;

Cara menggunakan: Diperas dan disaring, kemudian diminum menjelang tidur malam.

4. Mata Minus

Bahan: Umbi wortel secukupnya.

Cara membuat: Diparut dan diperas untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: Diminum setiap pagi hari secara teratur.

2) CABE RAWIT

(Capsicum frutescens L. / C. ,fastigiatum BL, C. minimum Roxb.)

Familia : Solanaceae.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Cabai rawit rasanya pedas, sifatnya panas, masuk meridian jantung dan pankreas. Tumbuhan ini berkhasiat tonik, stimulan kuat untuk jantung dan aliran darah, antirematik, menghancurkan bekuan darah (anti-koagulan), meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit (kalau digosokkan ke kulit akan menimbulkan rasa panas. Jadi, digunakan sebagai campuran obat gosok), peluruh kentut (karminatif), peluruh keringat (diaforetik), peluruh liur, dan peluruh kencing (diuretik). Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans. Daya hambat ekstrak cabal rawit 1 mg/ml setara dengan 6,20 mcg/ml nistatin dalam formamid (Tyas Ekowati Prasetyoningsih, FF. UNAIR, 1987).

Komposisi :
Buahnya mengandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid asiri, resin, minyak menguap, vitamin (A dan C). Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat untuk melancarkan aliran darah serta pemati-rasa kulit. Biji mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine, dan steroid saponin (kapsisidin). Kapsisidin berkhasiat sebagai antibiotik.

BAGIAN YANG DIPAKAI: Seluruh bagian tumbuhan dapat digunakan sebagai tanaman obat, seperti buah, akar, daun, dan batang.

KEGUNAAN:

–       Menambah nafsu makan,

–       Menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas,

–       Mengatasi batuk berdahak,

–       Melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis,

–       Mengatasi Migrain

CARA PEMAKAIAN :

Untuk obat yang diminum: buah cabai rawit digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini cabai rawit dapat direbus atau dibuat bubuk dan pil.

Untuk pemakaian luar : rebus buah cabai rawit secukupnya, lalu uapnya dipakai untuk memanasi bagian tubuh yang sakit atau giling cabai rawit sampai halus, lalu turapkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti rematik, jari terasa nyeri karena kedinginan (frosbite). Gilingan daun yang diturapkan ke tempat sakit digunakan untuk mengobati sakit perut dan bisul.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT:

1. Kaki dan tangan lemas (seperti lumpuh)

Sediakan 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang kaki ayam yang dipotong sedikit di atas lutut, 60 gram kacang tanah, dan 6 butir hung cao. Bersihkan bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan madu sama banyak sampai bahan-bahan tersebut terendam seluruhnya (kira-kira 1 cm di atasnya). Selanjutnya, tim ramuan tersebut. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari dua kali, masing-masing separo dari ramuan.

2. Sakit perut

Cuci daun muda segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit kapur sirih, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian perut yang sakit.

3. Rematik

Giling 10 buah cabai rawit sampai halus. Tambahkan 1/2 sendok teh kapur sirih dan air perasan sebuah jeruk nipis, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit.

4. Frosbite

Buang biji beberapa buah cabai rawit segar, lalu giling sampai halus, kemudiam balurkan ke tempat yang sakit.

Catatan:

–  Penderita penyakit saluran pencernaan, sakit tenggorokan, dan sakit mata dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi cabai rawit.

–  Rasa pedas di lidah menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiat endogen) yang dapat menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan perasaan lebih sehat.

–  Hasil penelitian terbaru, cabai rawit dapat mengurangi kecenderungan terjadinya penggumpalan darah (trombosis), menurunkan kadar kolesterol dengan cara mengurangi produksi kolesterol dan trigliserida di hati.

–  Pada sistem reproduksi, sifat cabai rawit yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk. Selain itu, dengan kandungan zat antioksidan yang cukup tinggi (seperti vitamin C dan beta karoten), cabai rawit dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

3) CEREMAI

(Phyllanthus acidus [L.] Skeels.)

Familia : Euphorbiaccae

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Batuk berdahak, menguruskan badan, mual, kanker, sariawan, asma, sakit kulit, sembelit, mual akibat perut kotor.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:

Daun ceremai berbau khas aromatik, tidak berasa.

KANDUNGAN KIMIA :

Daun, kulit batang, kayu ceremai : mengandung saponin, flavonoida, tanin, dan polifenol. Akar : mengandung saponin, asam galus, zat samak, dan zat beracun (toksik).

Buah : mengandung vitamin C.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun, kulit akar, dan biji.

KHASIAT :

Daun berkhasiat untuk:

– Batuk berdahak,

– Menguruskan badan,

– Mual,

– Kanker,

– Sariawan.

Kulit akar berkhasiat untuk mengatasi :

– Asma

– Sakit kulit.

Biji berkhasiat untuk mengatasi :

– Sembelit

– Mual akibat perut kotor.

CARA PEMAKAIAN :

1. Sembelit

a. Siapkan biji ceremai sebanyak 3/4 sendok teh, dicuci lalu digiling sampai halus. Seduh dengan 1/2 cangkir air panas. Sewaktu masih hangat tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai merata kemudian diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

b. Siapkan daun ceremai segar sebanyak 3 gram, dicuci lalu ditumbuk halus. Seduh dengan 1/2 gelas air panas, lalu didinginkan. Hasil seduhan diminum sekaligus bersama ampasnya.

2. Asma :

Siapkan biji ceremai sebanyak 6 biji, bawang merah 2 butir, akar kara (Dolichos lablab) 1/4 genggam, buah lengkeng (Nephelium longanum, Euphoria longana) 8 butir, dicuci lalu ditumbuk seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum dengan air gula secukupnya. Sehari 2 kali, masing-masing 3/4 gelas.

3. Kanker :

Siapkan daun ceremai yang masih muda sebanyak 1/4 genggam, daun belimbing 1/3 genggam, bidara upas 1/2 jari, gadung cina 1/2 jari, gula enau 3 jari, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tertinggal kira-kira 3/4 bagian. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing cukup 3/4 gelas.

4. Melangsingkan badan :

Minum air rebusan daun ceremai. Obat ini bekerja kuat, jangan menggunakan dalam jangka waktu lama.

CATATAN :

Cairan akar beracun. Sebaiknya tidak menggunakan akar ceremai untuk pengobatan.

4) MONDOKAKI

(Ervatamia divaricata (L.) Burk.)

Familia : Apocynaceae

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Bisul, batuk berdahak, radang payudara, digigit anjing gila, hipertensi, radang mata,tulang patah, sakit gigi, cacing keremi, diare, gigitan binatang berbisa, tenggorok bengkak, terkilir.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:

Asam, sejuk. Membersihkan panas dan racun (toksin), menghilangkan sakit (analgetik), menurunkan tekanan darah, peluruh dahak, obat cacing (anthelmintik).

KANDUNGAN KIMIA:

Kulit batang dan akar: Tabernaemontanin, koronarin, koronandin, dregamin, vobasin, korin, kortin, lupeol, tanin.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:

Akar, daun, bunga dan kulit batang.

KHASIAT :

Daun untuk mengobati penyakit :

– Bisul.

– Batuk berdahak.

– Radang kelenjar payudara.

– Digigit anjing gila.

– Tekanan darah tinggi (hipertensi)

– Terkilir.

Getah daun untuk mengobati penyakit :

– Radang mata, kekerdhan kornea.

– Mencegah timbulnya radang pada luka.

Akar untuk mengobati penyakit :

– Tenggorok bengkak dan sakit, batuk.

– Tulang patah (fraktur), sakit gigi.

– Cacing keremi.

– Diare.

– Gigitan binatang berbisa seperti kalajengking.

PEMAKAIAN:

Untuk minum: 15-25 gram, direbus

Pemakaian luar: Daun secukupnya dilumatkan, dipakai untuk menurap radang kulit, radang payudara, luka, dan bisul.

CARA PEMAKAIAN:

1. Diare:

10-15 gram akar,dicuci lalu dipotong tipis-tipis, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sedikit-sedikit.

2. Sakit gigi:

Akar secukupnya dicuci bersih lalu dikunyah dengan gigi yang sakit.

3. Sakit mata, radang kulit dan luka:

Daun secukupnya dicuci bersih, bilas dengan air matang, lalu ditumbuk halus. Air perasannya dapat menyejukkan bila diteteskan pada mata yang sakit atau dioleskan pada radang kulit dan luka.

4. Cacing keremi:

4 jari akar mondokaki dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, habis dalam sehari.

5. Trachoma (radang mata kronis):

3/4 jari akar mondokaki, 1/3 genggam daun saga, daun sena dan daun tempuh wiyang masing-masing 1/4 genggam, 1/2 jari kayu secang, 3/4 jari kulit mesoyi, 3/4 jari kulit kayu seriawan, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, airnya untuk merambang mata yang sakit. Lakukan 3 kali sehari.

6. Batuk:

15 lembar daun dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan air gula seperlunya. Bagi untuk 3 kali minum, habis dalam sehari.

7. Radang payudara:

20 lembar daun dicuci lalu ditumbuk halus, remas dengan 2 sendok makan air garam. Ramuan ini dipakai untuk menurap payudara yang sakit, lalu dibebat. Lakukan 2 kali sehari.

8. Radang kulit bernanah:

Bunga segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa, aduk sampai merata. Ramuan ini dipakai untuk menurap kulit yang meradang.

5) BUNGUR

(Lagerstroemia speciosa Pers.)

Familia : Lythraceae.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Ekstrak kulit batang bungur pada konsentrasi 1-3 g/ml menunjukkan adanya daya antibakteri terhadap Eschericlzio coli clan Shigello sonznei. Sebagai pembanding, digunakan kloramfenikol base (Heriyanto, Fakultas Farmasi WIDMAN, 1992).

Infus daun bungur (bunga putih) 10% dan 20% dengan takaran 5 ml/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah kelinci. Infus 40% dengan takaran sama tidak meningkatkan efek hipoglikemik. Sebagai kontrol, digunakan air suling. Cara uji dengan metode toleransi glukosa oral (Putu Pramitasari, FF UBAYA, 1992).

Komposisi :
Daun mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Bagian yang digunakan adalah biji, daun, dan kulit kayu.

INDIKASI :

Biji bungur digunakan untuk pengobatan : tekanan darah tinggi.

Kulit kayu digunakan untuk pengobatan : diare, disentri, dan kencing darah.

Daun digunakan untuk pengobatan : kencing batu, kencing manis, dan tekanan darah tinggi.

CARA PEMAKAIAN :

Untuk obat yang diminum : rebus kulit kayu sebesar dua jari, lalu air rebusannya diminum.

Untuk pemakaian luar : dapat digunakan biji untuk mengobati eksim.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT :

1. Eksim

Gongseng 5 gram biji yang telah masak, lalu tumbuk sampai menjadi serbuk halus. Kedalam serbuk tersebut, tambahkan 1/2 sendok teh minyak kelapa, lalu aduk sampai rata. Untuk pengobatan, oleskan ramuan tersebut pada bagian kulit yang terkena eksim.

2. Diare

Cuci kulit kayu sebesar 2 jari sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1/2 cangkir air masak, lalu aduk sampai rata. Selanjutnya, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

3. Kencing manis

Cuci 8 lembar daun bungur segar sampai bersih, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa 1 (satu) gelas. Setelah dingin saring, lalu minum sekaligus pada pagi hari.

6) BERINGIN

(Ficus benyamina L.)

Familia : Moraceae

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Pilek, demam tinggi, radang amandel (tonsilitis), nyeri rematik sendi, luka terpukul (memar), influenza, radang saluran napas (bronkhitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut (acute enteritis), disentri, kejang panas pada anak.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:

Rasa sedikit pahit, astringen, sejuk.

KANDUNGAN KIMIA:

Akar udara mengandung asam amino, fenol, gula, dan asam orange.

BAGIAN YANG DIPAKAI:

Akar udara dan daun. Sebelum digunakan, dicuci lalu dikeringkan.

KEGUNAAN:

Akar udara bermanfaat untuk mengatasi:

– pilek,

– demam tinggi,

– radang amandel (tonsilitis),

– nyeri pada rematik sendi,

– luka terpukul (memar).

Daun bermanfaat untuk mengatasi :

– influenza,

– radang saluran napas (bronkitis),

– batuk rejan (pertusis),

– malaria,

– radang usus akut (akut enteritis),

– disentri,

– kejang panas pada anak.

CARA PEMAKAIAN :

Untuk diminum : Akar udara beringin kering sebanyak 15 – 30 gram atau daun beringin kering sebanyak 50 – 120 gram direbus, lalu diminum.

Untuk pemakaian luar : daun beringin direbus, lalu airnya selagi hangat digunakan untuk mandi.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Kejang panas pada anak :

Ambil 100 gram daun beringin segar, dicuci lalu direbus dengan 5 liter air selama 25 menit. Air rebusan ini selagi hangat digunakan untuk memandikan anak yang sakit.

2. Radang usus akut dan disentri :

Ambil daun beringin segar sebanyak 500 gram. Kemudian dicuci bersih, lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas.

3. Radang amandel :

Ambil akar udara beringin sebanyak 180 gram, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Tambahkan 1 gelas cuka. Setelah dingin digunakan untuk kumur-kumur (gargle). Lakukan beberapa kali sehari.

4. Bronkitis kronis :

Ambil 75 gram daun beringin segar dan 18 gram kulit jeruk mandarin, dicuci, lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang, dan malam hari. Lakukan selama 10 hari.

7) JAMBU BIJI

(Psidium guajava, Linn.)

Familia : Myrtaceae.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes melitus, maag, diare (sakit perut), masuk angin, beser, prolapsisani, sariawan, sakit kulit, luka baru.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA :

Buah, daun dan kulit batang pohon jambu biji mengandung tanin, sedang pada bunganya tidak banyak mengandung tanin.

Daun jambu biji juga mengandung zat lain kecuali tanin, seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin.

Kandungan buah jambu biji (100 gr) – Kalori 49 kal – Vitamin A 25 SI – Vitamin B1 0,02 mg – Vitamin C 87 mg – Kalsium 14 mg – Hidrat Arang 12,2 gram – Fosfor 28 mg – Besi 1,1 mg – Protein 0,9 mg – Lemak 0,3 gram – Air 86 gram

PEMANFAATAN :

1. Diabetes Mellitus

Bahan: 1 buah jambu biji, setengah masak.

Cara membuat: Buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian dan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

2. Maag

Bahan: 8 lembar daun jambu biji yang masih segar.

Cara membuat: Direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: Diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.

3. Sakit Perut (Diare dan Mencret)

Bahan: 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya.

Cara membuat: Direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: Diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

4. Sakit Perut atau Diare pada bayi yang masih menyusui

Bahan: Jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya.

Cara menggunakan: Dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.

5. Masuk Angin

Bahan: 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya.

Cara membuat: Semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: Diminum 2 kali sehari.

6. Beser (sering kencing) berlebihan

Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 3 sendok bubuk beras yang digoreng tanpa minyak (sangan = Jawa).

Cara membuat: Kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2,5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.

Cara menggunakan: Diminum tiap 3 jam sekali 3 sendok makan.

7. Prolapsisani

Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji.

Cara membuat: Direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: Air ramuan tersebut dalam keadaan masih hangat dipakai untuk mengompres selaput lendir poros usus (pusar) pada bayi.

8. Sariawan

Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji.

Cara membuat: Direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan: Diminum 2 kali sehari.

9. Sakit Kulit

Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 7 kuntum bunga jambu biji.

Cara membuat: Ditumbuk bersama-sama sampai halus.

Cara menggunakan: Untuk menggosok bagian kulit yang sakit.

10. Obat luka baru

Bahan: 3 pucuk daun jambu biji.

Cara membuat: Dikunyah sampai lembut.

Cara menggunakan: Ditempelkan pada bagian tubuh yang luka agar tidak mengelurkan darah terus menerus.

8] LIDAH BUAYA

(Aloe Vera Linn.)

Familia :
Liliaceae

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Shampo, minuman, obat cacing, luka bakar, bisul, luka bernanah, amandel, sakit mata, keseleo, kosmetik, jerawat.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :

Rasa pahit, dingin. anti radang, pencahar (Laxative), parasitiside. Herba ini masuk ke meridian jantung, hati dan pancreas.

KANDUNGAN KIMIA :

Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin.

BAGIAN YANG DIPAKAI : Daun, bunga, akar, pemakaian segar.

KEGUNAAN:

– Sakit kepala, pusing,

– Sembelit (Constipation),

– Kejang pada anak,

– Kurang gizi (Malnutrition),

– Batuk rejan (Pertussis),

– Muntah darah,

– Kencing manis (DM),

– Wasir,

– Peluruh haid,

– Penyubur rambut.

PEMAKAIAN:

Daun : 10 – 15 gram, bila berbentuk pil: 1,5 – 3 gram.

Atau berupa bubuk (tepung) untuk pemakaian topikal.

PEMAKAIAN LUAR:

Daun dipakai untuk koreng, eczema, bisul, luka terbakar, tersiram air panas, sakit kepala (sebagai pilis), caries dentis (gigi berlubang), penyubur rambut.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Penyubur rambut:

Daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam yang rupanya seperti agar-agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai hasil yang memuaskan.

2. Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan):

Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian tubuh yang terkena api/ air panas.

3. Bisul:

Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.

CARA PEMAKAIAN:

1. Kencing manis (DM):

1 batang lidah buaya dicuci bersih, dibuat durinya, dipotong-potong seperlunya direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas Diminum sehari 3 x 1/2 gelas, sehabis makan.

2. Batuk rejan:

Daun sekitar 15 – 18 cm, direbus kemudian ditambah gula, minum.

4.    Syphilis:

Bunga ditambah dagingnya direbus, minum.

4. Cacingan, susah buang air kecil:

15 – 30 gram akar kering lidah buaya direbus, minum.

5. Luka terpukul, luka dalam (muntah jarah):

10 – 15 gram bunga kering lidah buaya direbus.

6. Kencing darah:

15 gram daun lidah buaya diperas, ditambah 30 gram gula, ditambah air beras secukupnya, minum.

7. Wasir:

1/2 batang daun lidah buaya dihilangkan duri-durinya, cuci bersih, lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok makan madu, aduk, saring. Minum sehari 3 kali.

8. Sembelit:

1/2 batang daun lidah buaya dicuci dan dibuang kulit dan durinya, isinya dicincang, lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas dan tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.

PERHATIAN :

Dilarang pakai untuk wanita hamil, gangguan pada sistem pencernaan dan diare.

9) BUNGA MATAHARI

(Helianthus annuus Linn.)

Familia : Compositae

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Hipertensi, sakit kepala, sakit gigi, nyeri menstruasi, reumatik, nyeri lambung, radang payudara, sulit melahirkan, disentri, campak, infeksi saluran kencing, bronkhitis, batuk, keputihan, malaria.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:

Rasa lembut, netral.

Bunga : Menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri (analgetik).

Biji : Anti dysentery, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzym, dll.), merangsang pengeluaran campak (measles).

Daun : Anti radang, mengurangi rasa nyeri, anti malaria.

Akar : Anti radang, peluruh air seni, pereda batuk, menghilangkan nyeri.

Sumsum dari batang dan dasar bunga : Merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengeluaran air kemih, menghilangkan rasa nyeri pada waktu buang air kemih.

KANDUNGAN KIMIA :

Bunga : Quercimeritrin, helianthoside A, B, C, oleanolic acid, echinocystic acid.

Biji : Beta-sitosterol, prostaglandin E, chlorogenic acid, quinic acid, phytin, 3,4-benzopyrene. Dalam 100 g minyak biji bunga matahari: Lemak total: 100, lemak jenuh: 9,8: lemak tidak jenuh: Oleat 11.7 dan linoleat 72.9, cholesterol.

BAGIAN YANG DIPAKAI:

Seluruh tanaman.

Untuk penyimpanan: dikeringkan.

KEGUNAAN:

Bunga, untuk mengobati penyakit: Tekanan darah tinggi, mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, pusing, sakit gigi, nyeri menstruasi (dysmenorrhoe), nyeri lambung (gastric pain), radang payudara (mastitis), rheumatic (arthritis), sulit melahirkan.

Biji, untuk mengobati penyakit: Tidak nafsu makan, lesu, disenteri berdarah, merangsang pengeluaran rash (kemerahan) pada campak, sakit kepala.

Akar, untuk mengobati penyakit: Infeksi saluran kencing, radang saluran nafas (bronchitis), batuk rejan (pertussis), keputihan (leucorrhoe).

Daun, untuk mengobati penyakit: Malaria.

Sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum), untuk mengobati penyakit: Kanker lambung, kanker esophagus dan malignant mole. Juga untuk nyeri lambung, buang air kemih sukar dan nyeri (dysuria), nyeri buang air kemih pada batu saluran kencing, air kemih berdarah (hematuria) dan ari kemih berlemak (chyluria).

PEMAKAIAN:

Bunga: 30 – 90 gram.

Dasar bunga (Receptaculum): 30 – 90 gram.

Sumsum dari batang: 15 – 30 gram  direbus.

Akar : 15 – 30 gram.

PEMAKAIAN LUAR: Terbakar, tersiram air panas, rheumatik.

CARA PEMAKAIAN:

Bunga (Flower head) :

1. Sakit kepala:

25 – 30 gram bunga ditambah 1 butir telur ayam (tidak dipecahkan) ditambah 3 gelas air, direbus menjadi 1/2 gelas. Diminum sesudah makan, 2 kali sehari.

2. Radang payudara (Mastitis):

Kepala bunga (tanpa biji), dipotong halus-halus, kemudian dijemur. Setelah kering digongseng/ sangrai sampai hangus, kemudian digiling menjadi serbuk/tepung. Setiap kali minum 10-15 gram, dicampur madu / gula dan air hangat. 3 kali sehari, minum pertama kali harus keluar keringat. (Tidur pakai selimut).

3. Rheumatik:

Kepala bunga digodok sampai menjadi kanji, ditempelkan ke tempat yang sakit.

4. Disentri :

30 gram biji diseduh, kemudian ditim selama 1 jam. Setelah diangkat, ditambahkan gula batu secukupnya, minum.

Akar :

1. Kesulitan buang air besar dan kecil:

15 – 30 gram akar segar direbus, minum.

2. Infeksi saluran kencing:

30 gram akar segar direbus. (Jangan lama-lama, sewaktu baru mendidih, diangkat), minum.

CATATAN :

Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose, yang menghambat sarcoma 180 dan ehrlich ascitic carcinoma pada tikus. Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat untuk pencegahan dan pengobatan tumor saluran cerna (Tractus digestivus).

PERHATIAN :

Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga !

10) BAYAM

(Amaranthus tricolor L.)

Familia : Amaranthaceae.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Secara umum, tanaman bayam dapat meningkatkan kerja ginjal dan melancarkan pencernaan. Akar bayam merah berkhasiat sebagai obat disentri. Bayam termasuk sayuran berserat yang dapat digunakan untuk memperlancar proses buang air besar. Makanan berserat sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita kanker usus besar, penderita kencing manis (diabetes mellitus), kolesterol darah tinggi, dan menurunkan berat badan.

Infus daun bayam merah 30% per oral dapat meningkatkan kadar besi serum, haemoglobin, dan hematokrit kelinci yang dibuat anemia secara nyata. Peningkatan tersebut tidak berbeda jika dibandingkan dengan kelompok kelinci yang diberi sulfas ferosus. Sebagai pembanding, digunakan air suling. (Ernawati Santoso, Fakultas Farmasi, WIDMAN, 1986).

Komposisi :
Bayam mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin, dan vitamin (A, B dan C).

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan akar.

INDIKASI :

Daun bayam digunakan untuk pengobatan :

–  Membersihkan darah sehabis bersalin,

–  Memperkuat akar rambut,

–  Tekanan darah rendah,

–  Kurang darah (anemia),

–  Gagal ginjal.

Akar digunakan untuk pengobatan: disentri

CARA PEMAKAIAN :

Untuk obat yang diminum : sediakan 25-30 gram daun segar, lalu rebus dan dimakan sebagai lalap. Selain direbus, bayam dapat juga dijus untuk diminum.

Untuk pemakaian luar : giling daun bayam segar sampai halus, lalu tempelkan pada luka akibat gigitan binatang berbisa.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT:

Meningkatkan kerja ginjal, membersihkan darah sehabis bersalin. Bayam dapat dikonsumsi dalam bentuk sayur bening.

1. Kurang darah

Cuci 3 genggam daun bayam merah, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis, lalu saring. Selanjutnya, tambahkan 1 sendok makan madu dan  1 butir kuning telur ayam kampung dan aduk sampai rata, kemudian ramuan ini diminum dan pengobatan dilakukan 1 kali sehari selama seminggu. Selanjutnya, pengobatan dapat dilakukan dua kali seminggu, sampai penyakitnya sembuh.

2. Disentri

Cuci 10 batang akar bayam merah sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan garam halus seujung sendok teh sambil diaduk rata, lalu saring. Untuk pengobatan, minum air saringannya sekaligus.

3. Memperkuat akar rambut

Cuci 1 ikat daun dan batang bayam segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan garam halus seujung sendok teh sambil diaduk rata. Selanjutnya, peras dan saring, lalu minum sekaligus. Lakukan 2-3 kali seminggu.

CATATAN :

–       Penderita kadar asam urat darah yang cukup tinggi dan rematik gout dilarang mengkonsumsi bayam terlalu banyak karena sayur ini mengandung purin yang cukup tinggi. Di dalam tubuh, purin akan dimetabolisir menjadi asam urat.

–       Untuk pengobatan, bayam merah dianggap lebih berkhasiat daripada bayam hijau.

Sumber :

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/?mnu=2

Advertisements
4 Comments leave one →
  1. pardiyono permalink
    6 April 2011 8:20 am

    Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.
    Sebelumnya mohon maaf Pak Ustadz, saya selalu membaca ceramah yang pak ustadz paparkan di situs ini, Alhamdulillah untuk menambah wawasan saya, mudah-mudahan bapak berkenan setiap saat situs ini selalu saya buka dan saya pelajari, hanya waktu seperti ini saya bisa belajar waktu istirahat, karena dirumah belum ada internet.
    Dan semoga bapak sekeluarga selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT dan selelu sehat dan panjang umur. Amin. Kalau ada pesan tolong apabila bapak berkenan amanahkan kepada saya ke pardiyono78@yahoo.com. Terimakasih Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    • 7 April 2011 6:24 am

      Wa ‘alaikumussalaam Warohmatulloohi Wabarokaatuh,

      Alhamdulillah, semoga dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua… Adapun pesan Ustadz maka sebagai berikut:
      1. Senantiasalah menjaga ketaqwaan kepada Allooh Subhaanahu Wa Ta’aalaa dengan sesungguhnya, dalam artian: Mengetahui suatu kebaikan dan kebenaran, lalu berusaha gigih dalam mengamalkannya, sebagaimana mengetahui sesuatu yang buruk dan munkar, kemudian berusaha gigih untuk menghindari dan menjauhinya. Terlebih lagi pada masa kita sekarang, dimana bisa jadi yang baik malah dinilai orang buruk, dan yang buruk malah dinilai orang baik.
      2. Sedapat mungkin untuk mengendalikan hawa nafsu, usia dan anugrah Allooh Subhaanahu Wa Ta’aalaa yang Allooh berikan kepada kita. Pergunakanlah untuk membuat kita dekat kepada Allooh dan menyebabkan tercurahnya kasih sayang dan ridho dari-Nya, dan jangan justru sebaliknya.
      3. Islam yang benar semakin hari, semakin banyak yang meninggalkannya. Kemungkaran semakin hari semakin lumrah dan banyak pengikutnya. Kewajiban kita untuk menjaga Islam yang ada didalam diri kita terlebih dahulu, jangan sampai “kecolongan”, kemudian juga keluarga kita, kemudian juga ummat Islam yang ada disekitar kita. Janganlah kita tinggal diam, lakukanlah sesuatu untuk Islam dan kaum Muslimin. Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain dan bukan sebaliknya. Oleh karena itu, ajaklah mereka untuk paham dengan Islam dengan sebenarnya. Lakukanlah amar ma’ruf dan nahi munkar, sebelum kita berdoa lalu doa itu tidak akan “digubris” oleh Allooh Subhaanahu Wa Ta’aalaa karena kita masa bodoh dengan yang ma’ruf, dan masa bodoh dengan yang munkar.

      Semoga Allooh Subhaanahu Wa Ta’aalaa menambah kegigihan bagi antum dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan istiqomah diatasnya hingga akhir hayat…

  2. 9 March 2012 9:04 am

    Assalamu’alaikum, ustadz izin copas ustadz. Jazakallahu khoir.
    Syukron.

    • 10 March 2012 4:04 pm

      Wa ‘alaikumussalaam Warohmatulloohi Wabarokaatuh,
      Silakan saja, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat… Barokalloohu fiika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: