Skip to content

Tanaman Obat Keluarga Bagian-4

29 January 2011

TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) Bagian-4

Seorang muslim, disamping lurus aqidahnya, ibadahnya maupun amalan-amalannya sesuai aturan Allooh سبحانه وتعالى dan mengikuti tuntunan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, juga hendaknya memelihara kesehatan tubuhnya yang merupakan anugrah Allooh سبحانه وتعالى tersebut dengan apa-apa yang halal dan thoyyib.

عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ »

Artinya:

Setiap penyakit ada obatnya, maka jika obat itu tepat mengena pada penyakitnya, maka seseorang akan sembuh dengan izin Allooh سبحانه وتعالى” – Hadits Riwayat Imaam Muslim dari Jaabir bin ‘Abdillaah رضي الله عنه.

Bila Allooh سبحانه وتعالى mengujinya dengan suatu penyakit, hendaknya seorang muslim berdo’a memohon kesembuhan dari Allooh سبحانه وتعالى, sambil berikhtiar mencari kesembuhan dengan cara-cara yang benar.

Perhatikanlah pernyataan Nabi Ibrahim عليه السلام yang diabadikan dalam QS. Asy Syu’aroo ayat 80 :

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Artinya:

dan apabila aku sakit, Dialah (Allooh سبحانه وتعالى) Yang menyembuhkan aku

Berikut ini ada berbagai tanaman obat yang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pengobatan bagi yang tertimpa ujian berupa penyakit, antara lain:

1) TEMULAWAK


(Curcuma xanthorrhiza, Roxb.)

Familia : Zingiberanceae

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol. Dan kurkumin yang terdapat pada rimpang tumbuhan ini bermanfaat sebagai acnevulgaris, disamping sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit limpa, sakit ginjal, sakit pinggang, asma, sakit kepala, masuk angin, maag, sakit perut, produksi ASI, nafsu makan, sembelit, sakit cangkrang, cacar air, sariawan, jerawat.

1. Sakit Limfa

Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/2 rimpang lengkuas, 1 genggam daun meniran.

Cara membuat: temulawak dan lengkuas diparut, kemudian semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring.

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 cangkir.

2. Sakit Ginjal

Bahan: 2 rimpang temulawak, 1 genggam daun kumis kucing, 1 genggam daun kaca beling.

Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis, kemudian direbus bersama dengan bahan lainnya dengan 1 liter air dan disaring.

Cara menggunakan: diminum selama 3 hari.

3. Sakit Pinggang

Bahan: 1 rimpang temulawak, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1 genggam daun kumis kucing.

Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air dan disaring.

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

4. Asma

Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, 1 potong gula aren.

Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan dikeringkan. Setelah kering direbus dengan 5 gelas air, ditambah 1 potong gula aren sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, kemudian disaring.

5. Sakit Kepala dan masuk angin.

Bahan: beberapa rimpang temulawak.

Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis, dikeringkan dan ditumbuk halus menjadi tepung. Kurang lebih 2 genggam tepung temulawak direbus dengan 4-5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, kemudian disaring.

6. Maag

Bahan: 1 rimpang temulawak.

Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan sebentar, kemudian direbus dengan 5-7 gelas air sampai mendidih, dan disaring.

Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

7. Sakit perut, Sakit perut pada waktu haid

Bahan: 1 rimpang temulawak, 3 buah mata asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya.

Cara membuat: temulawak diparut, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan 3-4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

8. Menghilangkan bau amis sewaktu haid :

Bahan: 1 rimpang temulawak, 5 buah mata asam, 1 potong gula kelapa.

Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan, kemudian bersama bahan lainnya ditaruh dalam waskom (rantang/ panci), diberi 2 gelas air panas dan ditutup rapat selama kurang lebih 15 menit dan disaring.

Cara menggunakan : diminum 3 kali, 1 kali sehari.

9. Memperbanyak produksi ASI

Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, dan tepung saga secukupnya.

Cara membuat: temulawak diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur dan ditambah air panas secukupnya sehingga menjadi bubur.

Cara menggunakan : dimakan biasa.

10. Memacu ASI yang macet

Bahan : 1 1/2 rimpang temulawak diparut, 1 potong gula kelapa, 2-3 sendok makan adonan sagu.

Cara membuat : temulawak diparut, kemudian bersama bahan lainnya direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring.

Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1 cangkir secara teratur.

11. Kesulitan buang air besar/berak

Bahan: 1 rimpang temulawak, 3 buah mata asam, 1 potong gula kelapa.

Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan sampai kering, kemudian bersama bahan lainnya diseduh dengan air panas secukupnya dan disaring.

Cara menggunakan: diminum biasa.

12. Sembelit

Bahan : 1 rimpang temulawak dan biji sawi secukupnya.

Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus, kemudian diseduh dengan air panas secukupnya dan disaring.

Cara menggunakan : diminum biasa.

13. Menambah nafsu makan

Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/4 rimpang lengkuas, 1/2 genggam daun meniran.

Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring.

Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1/2 gelas.

2) BUNI


Antidesma bunius (L.) Spreng.)

Familia : Euphorbiaceae

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kurang darah, darah kotor, hipertensi, jantung berdebar, batuk, ganguan pencernaan, sifilis, kencing nanah.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa asam. Peluruh keringat, hilangkan racun, hilangkan haus, meningkatkan sirkulasi darah.

KANDUNGAN KIMIA: Kulit batang rasanya sepat, mengandung sedikit alkaloida yang beracun. Daun: Friedelin.

BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, ranting dan buah.

KEGUNAAN:

– Kurang darah, darah kotor.

– Tekanan darah tinggi.

– Jantung berdebar.

– Batuk, gangguan pencernaan.

– Sifilis, kencing nanah.

PEMAKAIAN:

Untuk minum: 30-50 buah masak atau 15-30 gram daun, direbus.

Pemakaian luar: Daun dicuci bersih lalu digiling halus, bubuhkan pada luka sifilis atau bisul pada anak-anak.

CARA PEMAKAIAN:

1. Darah tinggi :

Buah buni yang telah masak sebanyak 30 butir dicuci bersih. Kunyah sampai halus, bijinya dibuang dan daging buahnya ditelan. Segera minum air hangat 1 cangkir. Lakukan  2-3 kali sehari.

2. Jantung berdebar :

Buah buni yang telah masak sebanyak 25 buah, daun muda kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) sebanyak 6 lembar, daun sembung (Blumea balsam itera L.) sebanyak 10 lembar, kayu manis seukuran 1 jari, jahe sebesar 1/2 jari, gula enau 2 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Sehari 2 kali, setiap kali 1 gelas.

3. Kurang darah:

Buah buni yang telah masak sebanyak 50 buah, asam kawak sebanyak 2 jari, rimpang kunyit seukuran 3/4 jari, dicuci lalu ditumbuk sampai halus. Tambahkan 1/2 cangkir air minum dan 1 sendok makan madu, aduk sampai merata. Peras dan saring, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari. (Dalam tandan, keluar dari ketiak daun atau di ujung percabangan. Buahnya kecil-kecil panjang sekitar 1 cm, bentuknya elips berwarna hijau, bila masak menjadi ungu kehitaman dan rasanya manis sedikit asam. Biji pipih dengan rusuk berbentuk jala).

4. Sifilis:

Buah buni yang telah masak sebanyak 50 buah, daun sambiloto (Andrographis paniculata) sebanyak 50 lembar, daun ngokilo sebanyak 7 lembar, daun paria hutan sebanyak 10 lembar, daun pegagan (Centelia asiatica L.) 10 lembar, batang brotowali (Tinospora crispa L.) seukuran 1 jari, gula enau sebesar 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 4 gelas air bersih, rebus sampai airnya tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Sehari 3 x 3/4 gelas.

3) DAUN ENCOK


(Plumbago zeylanica L.)

Familia : Plumbaginaceae

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Rematik sendi, memar (lebam), keseleo, nyeri lambung, kurap, kanker dan kanker darah.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Daun encok bersifat pahit, tonik, dan beracun.

KANDUNGAN KIMIA : Daun mengandung plumbagin, 3-3-biplumbagin, 3-chloroplum- bagin, chitranone (3-6-biplumbagin), dan droserone (2-hydroxy plum- bagin). Zat berkhasiatnya yang bernama plumbagin sangat beracun dan pada pemakaian lokal dapat menyebabkan kerusakan kulit berupa lepuh seperti luka bakar. Efek Farmakologis dan hasil Penelitian : Pemberian sari akar daun encok dalam alkohol 50% dengan dosis 100 mglkg bb dan 150 mglkg bb yang diberikan secara oral pada mencit betina, mempunyai efek antifertilitas dan abortivum (Sariati Sirait, Jurusan Farmasi, FMIPA USU, 1990).

BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Akar dan herba.

INDIKASI :

Indikasi Akar berkhasiat untuk mengatasi:

– Rematik sendi, memar (lebam),

– Keseleo, nyeri lambung,

– Kurap dan kanker darah.

CARA PEMAKAIAN :

Akar sebanyak 10 – 15 g, direbus selama lebih dari 4 jam.

Pemakaian luar: daun diremas lalu diletakkan pada bagian tubuh yang kena rematik, sakit pinggang, memar, kurap, kusta, skabies, sakit kepala atau diletakkan di perut bagian bawah bila kencing kurang lancar. Saat menggunakan remasan daun ini jangan lebih dari 1/2 jam agar tidak timbul lepuh seperti luka bakar.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Rematik

a) Siapkan segenggam daun segar, dicuci lalu ditumbuk halus. Tambahkan air hangat seperlunya sampai adonan seperti bubur. Gunakan untuk melumas dan menggosok bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2 kali sehari.

b) Siapkan daun segar sebanyak 15 gram lalu dicuci bersih. Tambahkan kapur sirih sebanyak 1 sendok makan. Campuran ini lalu ditumbuk sampai lumat, kemudian dibalurkan ke tempat yang.sakit.

2. Sakit kepala

a) Siapkan daun encok secukupnya, lalu dipipis. Tambahkan sedikit minyak kelapa sampai menjadi adonan seperti bubur. Letakkan di pelipis dan bagian kepala yang sakit sebagai tapal. Cukup 30 menit supaya tidak terjadi lepuh.

b) Siapkan daun encok segar, lalu cuci bersih dan memarkan. Oleskan minyak kelapa lalu layukan di atas api. Tempelkan di belakang telinga.

3. Kencing kurang lancar

Ambil daun encok secukupnya, tambahkan adas pulosari lalu giling halus. Gosokkan ramuan tersebut di perut bagian bawah, tepat di posisi kandung kencing. Cukup 30 menit agar tidak terjadi lepuh.

4. Kanker darah

Siapkan akar daun encok, biji Livistona chinensis, Hedyotis diffusa (rumput lidah ular) dan verbena officinalis (verbenae berbalma bian cao), masing-masing 30 gram, dan Spica prunellae (xia ku caol dari tumbuhan Prunella vulgaris L.) 15 gram. Akar daun encok direbus terlebih dahulu selama 4 jam dengan air bersih secukupnya. Tambahkan air bila air rebusannya berkurang. Setelah 4 jam, baru bahan obat lain-lainnya dimasukkan. Didihkan kembali selama 1/2 jam. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Sehari 3 kali, masing-masing 1/3 bagian.

5. Kusta, skabies, dan kelainan kulit

Ambil akar daun encok, lalu cuci dan tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit susu dan air sambil diaduk merata sampai menjadi adonan seperti pasta. Oleskan ke bagian tubuh yang sakit.

CATATAN :

– Perempuan hamil dilarang menggunakan.

– Bila timbul keracunan pada kulit, cuci dengan asam borac (boric acid).

– Daun hanya digunakan untuk pemakaian luar. Pemakaian luar juga dibatasi selama 1/2 jam. Terlalu lama menyebabkan timbulnya lepuh seperti luka bakar.


4) RAMBUTAN


(Nephelium lappaceum L.)

Familia : Sapindaceae

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kulit buah berkhasiat sebagai penurun panas. Biji berkhasiat menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik).

Komposisi :
Buah mengandung: karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium, dan vitamin C.

Kulit buah mengandung : tanin dan saponin.

Biji mengandung : lemak dan polifenol.

Daun mengandung :  tanin dan saponin. Kulit batang mengandung tanin, saponin, flavonoida, pectic substances, dan zat besi.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:

Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit buah, kulit kayu, daun, biji dan akarnya.

INDIKASI:

Kulit buah digunakan untuk mengatasi: disentri, demam.

Kulit kayu digunakan untuk mengatasi: sariawan.

Daun digunakan untuk mengatasi: diare, menghitamkan rambut.

Akar digunakan untuk mengatasi: demam.

Biji digunakan untuk mengatasi: kencing manis (diabetes melitus).

CARA PEMAKAIAN :

Untuk obat yang diminum: tidak ada dosis rekomendasi. Lihat contoh pemakaian.

Untuk pemakaian luar: giling daun sampai halus, lalu tambahkan sedikit air. Gunakan air perasannya untuk menghitamkan rambut yang beruban.

CONTOH PEMAKAIAN:

1. Disentri:

Cuci kulit buah rambutan (10 buah), potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing 3/4 gelas.

2. Demam:

Cuci kulit buah rambutan yang telah dikeringkan (15 gram). Tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum 3 kali sehari, masing-masing 1/3 bagian.

3. Menghitamkan rambut beruban:

Cuci daun rambutan secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air sambil diaduk merata sampai menjadi adonan seperti bubur. Peras dan saring dengan sepotong kain. Gunakan air yang terkumpul untuk membasahi rambut kepala. Lakukan setiap hari sampai terlihat hasilnya.

4. Kencing manis:

Gongseng biji rambutan (5 biji), lalu giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan 1 cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1-2 kali sehari.

5. Sariawan:

Cuci kulit kayu rambutan (3 ruas jari), lalu rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat.

5) SEMANGKA


(Citrullus vulgaris Schrad.)

Familia : Cucurbitaceae

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kulit buah dan daging buah rasanya manis, sifatnya dingin, afinitas ke meridian jantung, lambung dan kandung kemih. Semangka berkhasiat sebagai penyejuk tubuh selagi cuaca panas, peluruh kencing (diuretik), antiradang, melumas usus, dan menghilangkan haus. Pada pengobatan tradisional Cina, semangka digunakan untuk melawan bentuk “summer heat” yaitu gejala penyakit yang ditandai dengan banyak berkeringat, rasa haus, suhu tubuh meningkat, warna urine jernih, diare, dan mudah marah. Buah atau jus buahnya meringankan gejala-gejala di atas, meningkatkan keluarnya urine dan membersihkan ginjal. Biji rasanya manis, sifatnya netral. Berkhasiat peluruh kencing (diuretik), menyehatkan ginjal, menyejukkan pada radang kandung kemih dan melembabkan usus.

EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN:

Mengkonsumsi semangka yang mempunyai kadar likopen cukup tinggi mengurangi risiko terkena kanker prostat. Pada percobaan yang dilakukan All India Institute of Sciences New Delhi pada 30 orang pria tidak subur berusia 23–45 tahun yang diberi 20 mg likopen dua kali sehari selama 3 bulan, menunjukkan peningkatan jumlah sperma, struktur sperma membaik, dan peningkatan pergerakan sperma. Dari 30 responden tersebut, 6 diantaranya berhasil menghamili istrinya. Senyawa asam amino sitrulin dapat meningkatkan produksi nitritoksida, yang berperan pada kemampuan ereksi pada pria. Sitrulin mudah diserap tubuh sehingga konsentrasi maksimum di dalam darah lebih mudah dicapai.

Komposisi :
Daging buah semangka rendah kalori dan mengandung air sebanyak 93,4%, protein 0,5%, karbohidrat 5,3%, lemak 0,1%, serat 0,2%, abu 0,5%, dan vitamin (A, B dan C). Selain itu, juga mengandung asam amino sitrullin (C6H13N3O3), asam aminoasetat, asam malat, asam fosfat, arginin, betain, likopen (C4oH56), karoten, bromin, natrium, kalium, silvit, lisin, fruktosa, dekstrosa, dan sukrosa. Sitrulin dan arginin berperan dalam pembentukan urea di hati dari amonia dan CO2 sehingga keluarnya urine meningkat. Kandungan kaliumnya cukup tinggi yang dapat membantu kerja jantung dan menormalkan tekanan darah. Likopen merupakan antioksidan yang lebih unggul dari vitamin C dan E. Biji kaya zat gizi dengan kandungan minyak berwarna kuning 20-45%, protein 30-40%, sitrullin, vitamin B12, dan enzim urease. Senyawa aktif kukurbositrin pada biji semangka dapat memacu kerja ginjal dan menjaga tekanan darah agar tetap normal.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit buah, daging buah, dan bijinya. Untuk kulit buah, setelah isinya dimakan dan kulit lapisan luarnya dibuang maka bagian yang berwarna putih bisa digunakan segar atau setelah dikeringkan.

INDIKASI:

Kulit buah semangka digunakan untuk pengobatan:

–       Bengkak karena timbunan cairan pada penyakit ginjal,

–       Kencing manis (diabetes melitus),

–       Gatal karena tanaman beracun,

–       Sakit sewaktu bangun tidur pagi akibat migren,

–       Mencegah kerontokan rambut,

–       Menghaluskan kulit dan menghilangkan flek hitam di wajah,

–       Kulit kasar, luka bakar dan terbakar matahari.

Daging buah digunakan untuk pengobatan:

–       Pingsan karena udara panas (heatstroke),

–       Rasa letih,

–       Demam, haus disertai mulut kering, napas berbau, air kemih warnanya gelap dan   kuning tua, nyeri sewaktu kencing,

–       Perut kembung karena banyak gas,

–       Susah buang air besar (sembelit),

–       Sakit tenggorok, sariawan,

–       Hepatitis,

–       Tekanan darah tinggi (hipertensi),

–       Disfungsi ereksi (impoten),

–       Meningkatkan kesuburan pria,

–       Asam urat tinggi, dan

–       Menghilangkan kerutan di wajah.

Biji digunakan untuk:

–       Susah buang air besar selama hamil atau usia tua,

–       Radang hati, radang selaput lendir usus,

–       Infeksi kandung kemih,

–       Kurang darah (anemia),

–       Membasmi cacing usus, dan

–       Busung lapar.

CARA PEMAKAIAN:

Rebus kulit buah (10-30 gram), lalu minum. Daging buah dimakan atau dijus secukupnya.

Untuk pemakaian luar: gosokkan kulit buah pada kulit kepala untuk mencegah kerontokan rambut atau gatal gatal karena tanaman beracun. Gunakan air rebusan kulit buah untuk mencuci muka yang berjerawat, kulit yang berkudis atau biang keringat.

CONTOH PEMAKAIAN:

1. Busung lapar :

Jemur biji semangka secukupnya sampai kering, lalu giling sampai menjadi serbuk. Ambil 1 sendok makan, lalu seduh dengan 3/4 cangkir air panas. Setelah hangat, tambahkan 1 sendok makan madu. Aduk merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

2. Mencegah kerontokan rambut :

Ambil sepotong kulit buah semangka yang hanya tersisa dagingnya yang keras dan berwarna putih. Gosok-gosokkan pada kulit kepala secara merata. Lakukan pada sore hari, lalu biarkan semalaman supaya meresap. Keesokan paginya, cuci rambut sampai bersih. Lakukan sekali dalam seminggu.

3. Tekanan darah tinggi :

Makan buah semangka setiap hari sebagai buah segar atau jus. Sehari minum 2 gelas jus buah semangka.

Seduh dengan air mendidih kulit buah semangka dan gambir masing-masing 30 gram. Minum seperti teh.

4. Menghaluskan kulit dan menghilangkan flek hitam di wajah :

Jemur kulit semangka secukupnya sampai kering, lalu giling menjadi serbuk. Masukkan 2 sendok makan serbuk tadi ke dalam jus yang dibuat dari 1 batang lidah buaya dan 1 buah mentimun ukuran sedang. Setelah diaduk rata, gunakan sebagai masker. Lakukan 2-3 kali seminggu, sampai kelihatan hasilnya.

5. Gatal di badan karena terkena tanaman beracun :

Gosokkan bagian tubuh yang gatal dan kemerahan dengan buah dan kulit semangka.

6. Tekanan darah tinggi dan anemia :

Buah semangka ukuran sedang diambil 1/4 bagiannya. Buat jus kulit, biji dan daging buahnya, lalu minum sekaligus.

7. Demam, mulut kering dan haus, rasa pahit di mulut, napas berbau, air kemih berwarna kuning tua, nyeri sewaktu kencing:

Makan daging buah semangka segar sebanvak 500 – 1.000 gram. Lakukan 2-3 kali sehari.

8. Heat stroke, rasa lemah, sakit kepala akibat panas matahari dan mual :

Jus buah semangka secukupnya. Minum 1-2 cangkir, diulang 2-3 kali sehari sampai terasa enak.

9. Kencing manis : .

Potong-potong kulit buah semangka (30 gram) dan buah jambu biji yang masih mengkal (1 buah), lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas dan minum setelah dingin. Lakukan setiap hari, sehari 2-3 kali.

Rebus biji semangka (1 genggam) dengan 1 liter air sampai mendidih (45 menit) dalam panci tertutup. Setelah dingin, minum seperti teh dan lakukan setiap hari.

6) TURI


(Sesbania grandiflora (L.) Pers.)

Familia : Papilionaceae

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sariawan, disentri, diare, scabies, cacar air, keseleo, terpukul, keputihan, batuk, beri-beri, sakit kepala, radang tenggorokan, demam nifas, produksi ASI, hidung berlendir, batuk, rematik, luka.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:

Bunga: Pelembut kulit, pencahar, penyejuk.

Kulit batang: Mengurangi rasa sakit (analgetik), penurun panas (anti piretik), pencahar, pengelat (astringen), perangsang muntah, tonik.

Daun: Mencairkan gumpalan darah, menghilangkan sakit, pencahar ringan, peluruh kencing (diuretik).

KANDUNGAN KIMIA:

Kulit batang: Tanin, egatin, zantoagetin, basorin, resin, calsium oksalat, sulfur, peroksidase, zat warna.

Daun: Saponin, tanin, glikoside, peroksidase, vitamin A dan B.

Bunga: Kalsium, zat besi, zat gula, vitamin A dan B.

BAGIAN YANG DIPAKAI: Kulit batang, bunga, daun, akar.

KEGUNAAN:

Kulit batang (terutama bagian pangkalnya):

– Sariawan

– Disentri, diare

– Scabies

– Cacar air

– Demam dengan erupsi kulit

Daun:

– Keseleo

– Memar akibat terpukul (hematoma)

– Luka

– Keputihan (fluor albus)

– Batuk

– Hidung berlendir, sakit kepala

– Memperbanyak produksi ASI

– Beri-beri

– Demam nifas

– Radang tenggorokan

Bunga:

– Memperbanyak dan memperlancar pengeluaran ASI

– Hidung berlendir

Akar:

– Pegal linu (rheumatism)

– Batuk berdahak

PEMAKAIAN :

Untuk minum: Kulit batang turi merah bagian pangkal sebesar ibu jari direbus.

Pemakaian luar : Kulit batang secukupnya ditumbuk halus, untuk pemakaian setempat seperti scabies. Daun segar setelah ditumbuk halus, diikatkan pada bagian tubuh yang memar atau keseleo.

CARA PEMAKAIAN:

1. Sariawan

a) Kulit batang segar secukupnya diremas-remas dalam air, untuk kumur-kumur. Lakukan 3 kali sehari.

b) Kulit batang sebesar ibu jari direbus, minum. Lakukan beberapa kali.

2. Sariawan, sakit tenggorokan :

Daun secukupnya dicuci bersih lalu diremas-remas dalam air matang. Digunakan untuk kumur-kumur pada tenggorokan (gargle).

3. Radang tenggorokan :

Segenggam daun turi merah direbus dengan air bersih secukupnya. Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur. Lakukan kumur-kumur sebanyak 4 kali sehari.

4. Disentri berak darah:

Kulit batang sebesar ibu jari dari pohon turi yang bunganya merah direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.

5. Kuku jari bengkak akibat tersandung atau terpukul:

Daun secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Taruh diatas kuku yang sakit dan kulit sekitarnya, lalu dibalut. Ganti 2-3 kali sehari. Bekukan darah dibawah kuku akan hilang dan sakitnya akan berkurang.

6. Keputihan:

Segenggam daun turi putih dan kunyit sebesar ibu jari dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan 3/4 cangkir air minum, diaduk merata lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

7. Batuk:

Daun turi merah dan daun inggu masing-masing 1 genggam, dicuci lalu ditumbuk halus, tambahkan air perasan sebuah jeruk pecel. Aduk merata, lalu diperas dan disaring, minum.

8. Batuk berdahak:

Akar turi sebesar jari telunjuk dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak dan 1 sendok madu. Aduk sampai merata, lalu diperas dan disaring dengan sepotong kain. Minum.

9. Penambah ASI:

a) Daun turi yang masih muda dikukus, dimakan sebagai lalap matang.

b) Bunga dari turi putih dimasak, makan.

10. Pegal linu:

Akar dari pohon turi berbunga merah secukupnya digiling halus, tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Gosokkan ke bagian badan yang sakit.

11. Cacar air, demam dengan erupsi kulit:

Kulit batang sebesar ibu jari direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin disaring, minum.

12. Hidung berlendir, sakit kepala:

Segenggam daun dan bunga digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak. Aduk merata, lalu diperas dan disaring. Minum.

13. Demam nifas:

Daun turi 1/3 genggam dicuci bersih lalu digiling sampai halus. Tambahkan 3/4 cangkir air minum dan sedikit garam. Diperas dan disaring, lalu diminum.

7) WARU


(Hibiscus tiliaceus L.)

Familia : malvaceae.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Daun
berkhasiat antiradang, antitoksik, peluruh dahak, dan peluruh kencing.

Akar berkhasiat sebagai penurun panas dan peluruh haid.

Komposisi :
Daun mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol, sedangkan akarnya mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Bagian yang digunakan adalah daun, akar, dan bunga.

INDIKASI :

Daun waru digunakan untuk pengobatan :

–       TB paru-paru, batuk, sesak napas,

–       Radang amandel (tonsilitis),

–       Demam,

–       Berak darah dan lendir pada anak, muntah darah,

–       Radang usus,

–       Bisul, abses,

–       Keracunan singkong,

–       Penyubur rambut, rambut rontok.

Akar digunakan untuk mengatasi :

–       Terlambat haid,

–       Demam.

Bunga digunakan untuk pengobatan : radang mata.

CARA PEMAKAIAN :

Untuk obat yang diminum: gunakan daun segar sebanyak 50-100 gram atau 15-30 gram bunga. Rebus dan air rebusannya diminum.

Untuk pemakaian luar: giling daun waru segar secukupnya sampai halus. Turapkan ramuan ini pada kelainan kulit, seperti bisul atau gosokkan pada kulit kepala untuk mencegah kerontokan rambut dan sebagai penyubur rambut.

CONTOH PEMAKAIAN:

1. TB Paru :

a) Potong-potong 1 genggam daun waru segar, lalu cuci seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa sekitar 3/4-nya. Setelah dingin, saring dan tambahkan air gula ke dalam air saringannya, lalu minum, sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas minum.

b) Sediakan daun waru, pegagan (Centella asiatica L.), dan daun legundi (Vitex trifolia L.) (masing-masing 1/2 genggam), 1/2 jari bidara upas (Merremia mammosa Lour.), 1 jari rimpang kencur (Kaempferia galanga L.), dan 3 jari gula enau. Cuci semua bahan-bahan tersebut, lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam periuk tanah atau panci email. Masukkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4-nya. Setelah dingin, saring dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

2. Batuk :

Cuci 10 lembar daun waru segar, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali, masing-masing 1/3 bagian. Sebelum diminum, tambahkan madu secukupnya.

3. Batuk berdahak :

Cuci 10 lembar daun waru yang masih muda sampai bersih, lalu tambahkan gula batu seukuran telur burung merpati. Tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali minum, masing-masing 1/3 bagian.

4. Radang amandel :

Cuci 1 genggam daun waru segar, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya digunakan untuk berkumur (gargle), terus diminum, sehari 3-4 kali, setiap kali cukup seteguk.

5. Radang usus :

Makan daun waru muda yang masih kuncup sebagai lalap.

6. Berak darah dan lendir pada anak :

Cuci 7 lembar daun waru muda (yang masih kuncup) sampai bersih. Tambahkan 1/2 cangkir air sambil diremas-remas, sampai airnya mengental seperti selai. Tambahkan gula aren sebesar kacang tanah sambil diaduk sampai larut. Peras dan saring menggunakan sepotong kain halus. Minum air saringan sekaligus.

7. Muntah darah :

Cuci 10 lembar daun waru segar sampai bersih, lalu giling halus. Tambahkan 1 cangkir air minum sambil diremas-remas. Selanjutnya, saring dan tambahkan air gula secukupnya ke dalam air saringannya, lalu minum sekaligus.

8. Rambut rontok :

Cuci 30 lembar daun waru segar dan 20 daun randu segar (Ceiba pentandra Gaertn.),lalu giling sampai halus. Tambahkan 2 sendok makan minyak jarak dan air perasan 1 buah jeruk nipis, sambil diaduk sampai rata. Saring ramuan tersebut menggunakan sepotong kain sambil diperas. Gunakan air perasannya untuk menggosok kulit kepala sambil dipijat ringan. Lakukan sore hari setelah mandi, lalu bungkus rambut dengan handuk atau sepotong kain. Selanjutnya, cuci rambut keesokan harinya. Lakukan 3 kali seminggu.

9. Penyubur rambut :

Cuci 15 lembar daun waru muda, lalu remas-remas dalam 1gelas air bersih sampai airnya seperti selai. Selanjutnya, peras dan saring menggunakan sepotong kain. Embunkan cairan yang terkumpul selama semalam. Keesokan paginya, gunakan cairan tersebut untuk membasahi rambut dan kulit kepala. Alhasil, kepala menjadi sejuk dan rambut akan tumbuh lebih subur.

(8) BROTOWALI


(Tinospora crispa (L.) Miers.hen jin t)

Familia :
Menispermaceae

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Reumatik, Demam, Nafsu makan, Kencing manis.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Pahit, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), penurun panas (antipiretik), melancarkan meridian.

KANDUNGAN KIMIA : Alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid,zat pahit pikroretin, harsa, berberin dan palmatin. Akar mengandung alkaloid berberin dan kolumbin.

BAGIAN YANG DIPAKAI : Batang.

KEGUNAAN :

– Rheumatic arthritis, rheumatik sendi pinggul (sciatica), memar.

– Demam, merangsang nafsu makan, demam kuning.

– Kencing manis.

PEMAKAIAN : 10 -15 gram, rebus dan diminum.

PEMAKAIAN LUAR : Air rebusan batang brotowali dipakai untuk mencuci koreng, kudis dan luka-luka.

CARA PEMAKAIAN :

1. Rheumatik :

1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, ditambah madu secukupnya, minum. Sehari 3 X 1/2 gelas.

2. Demam kuning (icteric) :

1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 X 3/4 gelas.

3. Demam :

2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 X, 1/2 gelas.

4. Kencing manis :

1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 3/4 jari ± 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan, sehari 2 X 1 gelas.

5. Kudis (scabies) :

3  jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 X.

6. Luka :

Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 X perhari. Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali.

9) MURBEI


(Morus alba L.)

Familia : Moraceae

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Demam, flu, malaria, batuk, rematik, darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes melitus), kaki gajah (elephantiasis), radang mata merah (conjunctivitis acute), memperbanyak ASI, keringat malam, muntah darah, batuk darah, batuk berdahak, kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), tidak datang haid, gangguan saluran pencernaaan, sesak napas (asma), cacingan, muka bengkak (edema), sukar kencing (disuria), neurastenia, jantung berdebar (palpitasi), rasa haus dan mulut kering, sukar tidur (insomnia), telinga berdenging (tinnitus), sembelit, tuli, vertigo, hepatitis, kurang darah (anemia), rambut beruban, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit gigi, sakit kulit, sakit pinggang (lumbago), menyuburkan pertumbuhan rambut.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Daun bersifat pahit, manis, dingin, masuk meridian paru dan hati. Buah bersifat manis, dingin, masuk meridian jantung, hati, dan ginjal. Kulit akar bersifat manis, sejuk, masuk meridian paru. Ranting bersifat pahit, netral, masuk meridian hati.

KANDUNGAN KIMIA :

Daun murbei mengandung:

Ecdysterone, inokosterone, lupeol, beta-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, alfa-, beta-hexenal, cis-beta-hexenol, cis-lamda-hexenol, benzaidehide, eugenol, linalool, benzyl alkohol, butylamine, aceto’ne, trigonelline, choline, adenin, asam amino, copper, zinc, vitamin (A, B1, C dan karoten), asam klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetra hydrofolik, dan mioinositol. Juga mengandung phytoestrogens. Bagian ranting murbei mengandung tanin dan vitamin A.

Buahnya mengandung:

cyanidin, isoquercetin, sakarida, asam linoleat, asam stearat, asam oleat, dan vitamin (karoten, B1, B2 dan C).

Kulit batang mengandung:

(1) triterpenoids: alfa-,beta-amyrin, sitosterol, sitosterol-alfa-glucoside.

(2) Flavonoids: morusin, cyclomorusin, kuwanone A,B,C, oxydihydromorusin.

(3) Coumarins: umbelliferone, dan scopoletin.

Kulit akar mengandung: derivat flavone mulberrin, mulberrochromene, cyclomulberrin, cyclomulberrochromene, morussin, dan mulberrofuran A. Juga mengandung betulinic acid, scopoletin, alfa-amyrin, beta-amyrin, undecaprenol, dan dodecaprenol. Biji: urease.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian: Eedysterone berkhasiat hipoglikemik.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Daun, ranting, buah, dan kulit akar dapat digunakan sebagai obat. Untuk penyimpanan, buah dikukus baru dijemur, ranting dipotong tipis lalu dijemur dan kulit akar dicuci bersih lalu dipotong-potong tipis kemudian dijemur sampai kering.

INDIKASI :

Daun (Sang ye) berkhasiat untuk:

– Demam karena flu, malaria,

– Batuk,

– Sakit kepala, sakit tenggorok, sakit gigi, rematik,

– Darah tinggi (hipertensi),

– Kencing manis (diabetes mellitus),

– Kaki gajah (elephantiasis tungkai bawah),

– Sakit kulit bisul,

– Radang mata merah (conjunctivitis acute),

– Memperbanyak air susu ibu (ASI),

– Keringat malwn,

– Muntah darah dan batuk darah akibat darah panas,

– Kolesterol tinggi (hiperkolesierolemia), dan

– Gangguan pada saluran cerna.

Kulit akar (Sang bai pi) berkhasiat untuk:

– Sakit gigi,

– Tidak datang haid,

– Batuk berdahak, sesak napas (asma),

– Muka bengkak (ederna),

– Kencing yang nyeri dan susah (disuria), dan

– Cacingan.

Buah (Sang shen) berkhasiat untuk:

– Tekanan darah tinggi (hipertensi),

– Jantung berdebar (palpitasi),

– Kencing manis (diabetes mellitus), rasa haus dan mulut kering,

– Sukar tidur (insomnia),

– Batuk berdahak,

– Pendengaran berkurang dan penglihatan kabur,

– Telinga berdenging (tinnitus), tuli, tujuh keliling (vertigo),

– Hepatitis kronis,

– Sembelit pada orang tua,

– Kurang darah (anemia), neurastenia,

– Sakit otot dan persendian, sakit tenggorok, serta

– Rambut beruban sebelum waktunya.

Ranting (Sang zhi) berkhasiat untuk:

– Rematik,

– Tangan dan kaki terasa baal dan sakit,

– Sakit pinggang (lumbago),

– Kram pada tangan dan kaki,

– Tekanan darah tinggi, serta menyuburkan pertumbuhan rambut.

Cara Pemakaian :

Untuk diminum : pilih salah satu bagian yang disukai. Bila kulit akar untuk pemakaian luar, daun segar dilumatkan atau digiling halus, 10 – 15 gram; ranting 15 – 30 gram; sedang daun dosisnya 5 – 10 gram sekali rebus, dapat juga menggunakan dosis maksimal 20 – 40 gram. Untuk buah dosisnya 10 – 15 gram, direbus, lalu diminum.

Untuk pemakaian luar : daun segar dilumatkan atau digiling halus, kemudian diturapkan ke tempat yang sakit seperti luka, digigit ular dan serangga atau untuk merangsang pertumbuhan rambut.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Tekanan darah tinggi dan kaki bengkak :

Daun murbei segar sebanyak 15 gram dicuci bersih kemudian direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring, lalu dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.

2. Memperbanyak keluamya air susu ibu (ASI) :

Daun murbei muda dimasak sebagai sayur, lalu dimakan bersama nasi.

3. Kencing nanah Kulit :

Akar murbei, adas pulosari, dan kayu sandel (sandelhout) direbus.

4. Bisul dan radang kulit :

Daun murbei segar sebanyak 1 genggam dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus. Rebusan daun ini berguna untuk membersihkan darah sehingga dapat diminum secara teratur.

5. Luka dan borok :

Daun murbei segar setelah dicuci bersih lalu dioleskan minyak kelapa. Layukan di atas api lalu diremas-remas dengan jari tangan sehingga menjadi lemas. Daun tadi kemudian dipakai untuk menutup luka. Namun sebelumnya, luka harus dicuci dahulu dengan rebusan akar trenguli.

6. Digigit ular :

Daun murbei segar sebanyak 20 gram dicuci, lalu digiling halus. Tambahkan 1/2 cangkir air masak, lalu disaring dan diperas. Air yang terkumpul lalu diminum sekaligus.

7. Berkeringat malam :

Daun murbei kering yang dijadikan serbuk sebanyak 6 – 9 gram, direbus dengan air beras sampai mendidih. Setelah dingin lalu diminum.

8. Rematik, tangan dan kaki baal dan sakit :

Ranting murbei kering sebanyak 15 gram direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, disaring dan diminum. Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

10) DELIMA


(Punica granatum L.)

Familia : Punicaceae.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sewaktu panen, buah dikumpulkan.

Bijinya dikeluarkan, lalu kulitnya dijemur sampai kering. Sebelum digunakan, dapat disimpan dalam wadah yang tertutup baik.

Kulit buah rasanya asam, pahit, sifatnya hangat, astringen, beracun (toksik). Berkhasiat menghentikan perdarahan (hemostatis), peluruh cacing usus (vermifuga), antidiare, dan antivirus. Kulit buah dan bunganya merupakan astringen kuat. Rebusan keduanya bisa menghentikan perdarahan.

Kulit kayu dan kulit akar mempunyai bau lemah dan rasa asam. Berkhasiat sebagai peluruh dahak, vermifuga, pencahar, dan astringen usus.

Daunnya berkhasiat untuk peluruh haid.

Daging buah (daging pembungkus biji) berkhasiat penyejuk, peluruh kentut.

Biji sifatnya sejuk, tidak beracun, berkhasiat pereda demam, antitoksik, pelumas paru-paru, dan meredakan batuk.

Kulit akar berkhasiat peluruh cacing usus.

Kulit buah menghambat pertumbuhan basil typhoid. Kulit buah dapat mengendalikan penyebaran infeksi virus polio, virus herpes simpleks, clan virus HIV.

Komposisi :
Kulit buah (shi liu pi) mengandung : alkaloid pelletierene, granatin, betulic acid, ursolic acid, isoquercitrin, elligatanin, resin, triterpenoid, kalsium oksalat, dan pati.

Kulit akar dan kulit kayu mengandung : sekitar 20% elligatanin dan 0,5-1% senyawa alkaloid, antara lain alkaloid pelletierine (C8H14N0), pseudopelletierine (C9H15N0), metilpelletierine (C8H14NO.CH3), isopelletierine (C8H15N0), dan metilisopellettierine (C9H1,N0).

Daun mengandung : alkaloid, tanin, kalsium oksalat, lemak, sulfur, peroksidase. Jus buah mengandung asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltosa, vitamin (A, C), mineral (kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, natrium, dan kalium), dan tanin. Alkaloid pelletierine sangat toksik dan menyebabkan kelumpuhan cacing pita, cacing gelang, dan cacing keremi.

Kulit buah dan kulit kayu juga astringen kuat sehingga digunakan untuk pengobatan diare.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, biji, dan bunganya.

Kulit akar dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Kulit buah dapat digunakan segar atau setelah dikeringkan.

INDIKASI :

Kulit buah (shi flu pi) digunakan untuk:

–       Sakit perut karena cacing,

–       Buang air besar mengandung darah dan lendir (disentri amuba),

–       Diare kronis,

–       Perdarahan seperti wasir berdarah, muntah darah, batuk darah, perdarahan rahim, perdarahan rektum,

–       Prolaps rektum,

–       Radang tenggorok,

–       Radang telinga,

–       Keputihan (leukorea)

–       Nyeri lambung.

Kulit akar dan kulit kayu digunakan untuk:

–       Cacingan terutama cacing pita (taeniasis),

–       Batuk,

–       Diare.

Bunga digunakan untuk:

–       Radang gusi,

–       Perdarahan,

–       Bronkhitis.

Daging buah digunakan untuk:

–       Menurunkan berat badan,

–       Cacingan,

–       Sariawan, tenggorokan sakit, suara parau,

–       Tekanan darah tinggi (hipertensi),

–       Sering kencing,

–       Rematik (artritis),

–       Perut kembung

Biji digunakan untuk:

–       Menurunkan demam, batuk,

–       Keracunan

–       Cacingan.

Cara Pemakaian :

Untuk obat yang diminum: rebus kulit akar atau kulit kayu yang telah dikeringkan (7 gram). Rebus kulit buah (10-15 gram). Makan buahnya (1 buah) atau dibuat jus. Bisa dicampur dengan jus wortel.

Untuk pemakaian luar: rebus kulit buah atau kulit akar, lalu gunakan airnya setelah dingin untuk kumur-kumur (gargle) pada radang gusi, sakit tenggorok, luka tersiram air panas, infeksi jamur di kaki, atau disemprotkan ke liang kemaluan (vagina) pada keputihan. Gunakan jus buah delima untuk berkumur pada sariawan, radang gusi, gigi berlubang, atau sebagai obat kompres pada wasir yang sedang meradang.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT

1. Cacingan

Cuci akar delima yang telah dikeringkan (7 gram), lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus.

Rebus kulit delima kering dan serbuk biji pinang (masing-masing 15 gram) dengan 3 gelas air bersih. Didihkan perlahan-lahan selama 1 jam. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus sebelum makan pagi. Campur jus buah delima dengan jus wortel, masing-masing 1/2 gelas. Aduk sampai merata, lalu minum sekaligus. Masukkan bubuk biji delima kering (1sendok makan) dalam 1 gelas jus nanas yang belum terlalu masak. Aduk merata, minum sewaktu perut kosong.

2. Radang gusi

Cuci bunga delima (7 kuntum) dengan air bersih, lalu rebus dengan segelas air bersih sampai mendidih. Setelah dingin, saring dan gunakan untuk kumur-kumur.

3. Perdarahan

Rebus bunga delima (20 gram) dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Minum air rebusan dua kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

4. Luka

Campurkan serbuk kulit buah atau bunga delima secukupnya dengan minyak wijen. Aduk merata, lalu oleskan pada bagian yang luka.

5. Sariawan

Ambil 2 buah delima segar yang sudah masak. Ambil isi berikut bijinya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan satu gelas air sambil diaduk merata, lalu saring. Gunakan airnya untuk berkumur, lalu telan. Lakukan 2-3 kali sehari, sampai sembuh.

6. Sering kencing

Ambil isi buah delima (yang segar dan masak, 1 buah) dan segenggam kucai, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya, angkat dan dinginkan. Minum air rebusan dua kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

7. Keputihan

Rebus kulit delima kering (30 gram) dan herba sambiloto kering (15 gram) dengan 1 liter air bersih. Biarkan sampai air rebusannya tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan bagi untuk 3 kali minum, pagi, siang dan malam hari. Air rebusan ini juga bisa digunakan untuk mencuci vagina. Khusus wanita yang sudah menikah, gunakan dengan alat semprot yang masuk ke liang vagina.

8. Batuk sudah berlangsung lama

Ambil sebuah delima yang belum terlalu masak. Setiap malam sebelum tidur, kunyah biji delima tersebut. Buang bijinya.

9. Suara serak, tenggorokan kering

Ambil sebuah delima segar, belah dan ambil isinya. Kunyah, lalu buang bijinya. Lakukan 2-3 kali sehari.

Sumber :

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/?mnu=2

Advertisements
4 Comments leave one →
  1. 9 March 2012 9:37 pm

    Assalamu’alaikum, ustadz izin copas
    Jazakallahu Khoir.

    • 10 March 2012 4:04 pm

      Wa ‘alaikumussalaam Warohmatulloohi Wabarokaatuh,
      Silakan saja, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat… Barokalloohu fiika

  2. dandy permalink
    13 March 2012 2:19 pm

    Assalamualaikum ustadz, izin copas….untuk sendiri dan orang yang membutuhkan.
    Terima kasih

    • 13 March 2012 9:13 pm

      Wa ‘alaikumussalaam Warohmatulloohi Wabarokaatuh,
      Silakan saja… semoga menjadi ilmu yang bermanfaat… Barokalloohu fiika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: