Skip to content

Bacaan Sholat (Bagian ke-2)

25 June 2010

BACAAN SHOLAT (Bagian 2)

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Segala puji bagi Allooh سبحانه وتعالى, yang telah menciptakan manusia untuk berhamba kepada-Nya. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada penutup segenap Nabi dan Rosuul, Muhammad bin ‘Abdillaah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم beserta keluarganya, shohabatnya dan pengikut setianya hingga akhir zaman.

Wahai saudara-saudaraku kaum muslimiin, berikut ini adalah tuntunan Bacaan Sholat (Bagian 2) berdasarkan hadits-hadits yang shohiih, yang membahas tentang masalah Ta’awwudz, Surat Al Faatihah dan Bacaan Surat.

Setelah kita usai membaca Do’a Iftitah, berikutnya adalah kita membaca 3 perkara:

  1. Ta’awwudz,
  2. Al Qur’an Surat Al Faatihah,
  3. Membaca Surat. Dalam pembacaan surat ini, pada umumnya kaum muslimin dianjurkan dan disarankan agar dapat menghafal juz amma (juz 30) dan ayat-ayat pilihan lainnya sesuai dengan pilihan kita masing-masing. Dimana, hafalnya surat-surat ini membantu kita dalam memvariasikan bacaan dalam setiap sholat kita. Baik ketika kita sholat sendirian, maupun ketika kita menjadi Imam sholat. Baik ketika kita sholat Fardhu, maupun ketika kita sholat Sunnah.

Semoga dapat bermanfaat dan menjadi amal shoolih bagi yang menulis, membaca dan menerapkannya.

1. BACAAN TA’AWWUDZ:

 

 

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

 

“A’uudzubillaahiminasy syaithoonirrojiim”

Artinya:

“Aku berlindung kepada Allooh dari tipu daya syaithoon yang terkutuk”

2. BACAAN AL FAATIHAH:

 

Pembacaan Al Faatihah ini dimulai dari Basmallah sampai ayat terakhir surat Al Faatihah, adalah merupakan RUKUN SHOLAT, yang tidak dianggap sah suatu sholat tanpanya. Karena itu setiap kita dituntut untuk dapat membaca Al Faatihah ini dengan benar, baik panjang pendek, atau pun tipis tebal bacaannya. Kalau sampai terjadi kesalahan yang fatal, maka sholat terhitung batal dan mesti diulangi.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7

“(1)  Bismillaahir rohmaanir rohiim.

(2)  Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin.

(3)  Arrohmaanir rohiimi.

(4)  Maaliki yaumid diin.

(5)  Iyyaakana’ budu waiyyaakanas ta’iin.

(6)  Ihdinash shirootol mustaqiim.

(7)  Shirootol ladziina an ’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladh dhoolliiiiin”

Artinya:

“ (1) Dengan nama Allooh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

(2) Segala puji hanya untuk Allooh Penguasa semesta alam.

(3) Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

(4) Penguasa pada hari kiamat.

(5) Kepada Engkau lah kami mengabdi dan kepada Engkau lah kami memohon pertolongan.

(6) Tunjukkan kami pada jalan yang lurus.

(7) Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri mereka nikmat dan bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai (Yahudi) dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat (Nashroony)”

 

Setelah Al Faatihah, membaca: “Aamiiin

3. BACAAN SURAT:

 

Terlebih dahulu membaca Basmallah dengan Sirr (tidak mengeraskan suara), baik di sholat siang hari maupun sholat malam hari.

Kemudian setelahnya membaca surat. Berikut ini, Ustadz contohkan surat-surat di penghujung juz amma, antara lain:

a) SURAT AL KAAFIRUUN / سورة الكافرون

 

 

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6

“Bismillaahir rohmaanir rohiim.

(1)   Qul yaa ayyuhal kaafiruuna.

(2)   Laa a’budu maa ta’buduuna.

(3)   Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud.

(4)   Wa laa ana ‘aabiduum maa abadtum.

(5)   Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud.

(6)   Lakum diinukum waliyya diini.”

Artinya:

“Dengan nama Allooh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

(1) Katakan olehmu (ya Muhammad), “Wahai orang-orang kaafir,

(2) aku tidak akan berhamba kepada apa yang kalian ibadahi,

(3) dan kalian bukanlah orang-orang yang mengabdi kepada apa yang aku ibadahi.

(4) Dan aku bukan lah pengabdi apa yang kalian ibadahi,

(5) dan bukanlah kalian pengabdi apa yang aku abdi.

(6) Bagi kalian agama kalian, dan bagiku dien-ku.”

 

b) SURAT AN NASR / سورة النصر

 

بسم الله الرحمن الرحيم

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (2) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (3

 

 

“Bismillaahir rohmaanir rohiim.

(1)   Idzaa jaa a nashrulloohi wal fath,

(2)   waro aitan naasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaaja.

(3)   Fasabbih bihamdi robbika was taghfirhu innahuu kaana tawwaabaa.”

Artinya:

“Dengan nama Allooh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

(1) Jika telah datang kepadamu pertolongan Allooh dan kemenangan,

(2) dan engkau lihat manusia berduyun-duyun masuk Islam maka bertasbihlah dengan nama Robb-mu (Allooh) dan mohonlah ampun.

(3) Sesungguhnya Allooh itu Maha Memberi Taubat (Maha Pengampun).”

 

c) SURAT AL MASAD / سورة المسد

بسم الله الرحمن الرحيم

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2) سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3) وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5

“Bismillaahir rohmaanir rohiim.

(1)      Tabbat yadaa abii lahabiiwwatab

(2)      Ma ahgnaa ‘anhumaaluhuu wa maa kasab

(3)      Sayashlaanaarondzaata lahab

(4)      Wam ro’atuhuu hammaalatal hathob

(5)      Fii jii dihaa hablummimmasad.”

Artinya:

“Dengan nama Allooh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

(1) Celakalah kedua tangan Abu Lahab, sungguh dia akan binasa.

(2) Tak berguna baginya harta dan usahanya.

(3) Dia akan segera disiksa dalam neraka yang apinya yang bergejolak.

(4) Demikian pula isterinya yang menjadi pembawa kayu bakar;

(5) pada lehernya terdapat tali dari sabut yang dipintal.”

 

d) SURAT AL IKHLASH / سورة الإخلاص

 

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4

 

“Bismillaahir rohmaanir rohiim.

(1)   Qul huwoolloohu ahad.

(2)   Alloohush shomad.

(3)   Lam yalid wa lam yuulad .

(4)   Walam yakull lahuu kufuwan ahad.”

Artinya:

“Dengan nama Allooh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

(1)   Katakan (yaa Muhammad), Allooh itu Esa (tak berbilang).

(2)   Allooh adalah tempat bergantung.

(3)   Allooh tidak beranak dan tidak diperanakkan.

(4)   Allooh, tidak ada sesuatu apa pun yang menyamai-Nya.”

e) SURAT AL FALAQ / سورة الفلق

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5

 

“Bismillaahir rohmaanir rohiim.

(1)      Qul a ‘uudzu birobbil falaq,

(2)      ming syarri maa kholaq,

(3)      wa ming syarri ghoosiqin idzaa waqob,

(4)      waming syarrin naffaatsaati fil ‘uqod,

(5)      wa ming syarri haasidin idzaa hasad.”

 

Artinya:

“Dengan nama Allooh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

(1) Katakan (yaa Muhammad), Aku berlindung kepada Penguasa waktu Shubuh,

(2) dari kejahatan makhluk yang Dia (Allooh) ciptakan

(3) dan dari kejahatan malam apabila sudah gelap gulita

(4) dan dari kejahatan wanita penyihir yang meniup buhul tali

(5) dan dari kejahatan orang-orang yang dengki ketika mendengki.”

f) SURAT AN NAAS / سورة الناس

 

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6

“Bismillaahir rohmaanir rohiim.

(1)      Qul a’uudzu birobbinnaasi,

(2)      malikin naasi,

(3)      ilaahin naasi,

(4)      ming syarril waswaasil khonnaasi,

(5)      alladzii yuwaswisu fii shuduurin naasi

(6)      minal jinnati wannaasi.”

Artinya:

Dengan nama Allooh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

(1)   Katakan (yaa Muhammad), aku berlindung kepada Penguasa manusia.

(2)   Rajanya manusia.

(3)   Yang diibadahi oleh manusia.

(4)   dari kejahatan was-was (bisikan) syaithoon yang tersembunyi,

(5)   yang membisikkan pada dada manusia

(6)   dari kalangan jin dan manusia.”

—–

 

(Bersambung ke “Bacaan Sholat – Bagian ke 3”)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Karawang, 13 Rojab 1431 H – 25 Juni 2010 M.

—–oO0—–

Silakan download PDF : BACAAN SHOLAT (Bag.2)

Advertisements
6 Comments leave one →
  1. Arso xp permalink
    26 June 2010 10:48 am

    Jazakallooh khairan Pak ustadz. Sangat bermanfaat sekali..

  2. nandia permalink
    12 August 2010 1:03 pm

    Alhamdulillah, terima kasih.

  3. SUNANDAR permalink
    3 December 2010 1:24 pm

    TRIMAKASIH ATAS informasi ini.smoga bermanfaat bwat saya ..dan para orang muslim di seluruh dunia salam sejahtera

  4. yopi permalink
    28 October 2011 10:23 pm

    Asalamualaikum ustadz…
    Saya izin copy paste bacaan sholat 1-5. Terimakasih

    • 30 October 2011 6:46 am

      Wa ‘alaikumussalaam Warohmatulloohi Wabarokaatuh,
      Silakan saja… antum boleh mengcopy paste sebagian ataupun seluruh artikel ataupun mendownload seluruh suara audio ceramah yang ada pada Blog ini… selama menjaga keotentikan naskahnya…. Barokalloohu fiika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: