Skip to content

Kewajiban Muslim Terhadap Syariat Islam

1 December 2018

Sesungguhnya Allõh سبحانه وتعالى telah memberikan jaminan bahwa Al-Qur’an dan Islam ini akan terjaga. Terjaga dari pemalsuan, terjaga dari makar dan berbagai upaya musuh-musuhnya; sebagaimana firman Allõh سبحانه وتعالى, “Sesungguhnya Kami lah yang telah menurunkan Al-Qur’an ini dan Kami lah yang menjaganya.

Namun demikian, sejarah telah mencatat dari masa ke masa bahwa para Rosũl Allõh سبحانه وتعالى beserta para pengikutnya, termasuk di dalamnya Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم beserta para Shohabatnya, telah mencontohkan sedemikian rupa pengorbanan dan perjuangan mereka menuju berkibar dan jayanya syariat Allõh سبحانه وتعالى di muka bumi. Betapapun pada akhirnya, diantara mereka jatuh berguguran sebagai syuhada, lalu Islam pun mengalami masa jayanya, sedangkan mereka hanya dalam cerita dan tidak mengalaminya.

Perlu kita sadari bahwa kejayaan Islam bukanlah sekedar kata yang gratis, namun peradaban Islam yang telah didedikasikan bagi peradaban manusia di dunia ini, tidak luput dari perjuangan dan pengorbanan. Read more…

Kiat Menghindari Dosa

25 November 2018

Segala sesuatu pasti menimbulkan dampak, jika penyebabnya positif maka dampaknya in syã Allõh positif. Jika penyebabnya negatif, maka dampaknya akan menjadi negatif. Dan perlu diingat tentunya bahwa positif dan negatif, untung dan rugi, baik dan benar, patut dan tidak patut; hendaknya itu semua Syariat Allõh lah yang menjadi tumpuan dan landasannya.

Setiap kema’shiyatan dan dosa pastilah akan berdampak dan berakibat membahayakan dan merugikan, bisa jadi pada pelakunya sendiri, bisa jadi dampaknya tidak selamanya hari ini akan tetapi esok hari atau yang akan datang, bisa jadi bukan sekedar di dunia tetapi juga di akherat, atau bahkan bisa jadi bukan hanya berdampak pada pelakunya tetapi pada orang lain di sekitarnya yang mendiamkannya ataupun keluarganya.

Dengan demikian, dosa harus dihindari sedapat mungkin. Bagaimana seorang hamba bisa menghindari perbuatan dosa dan ma’shiyat itu? Read more…

Marilah Belajar !

25 November 2018

Diantara karakteristik manusia yang berakal, terlebih lagi Muslim yang taat dan atau selalu mengikuti tuntunan yang berasal dari Allõh سبحانه وتعالى dan Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم, pastilah mereka akan menemukan diantaranya suatu tuntunan dari Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم yang mengatakan bahwa: “Sesungguhnya seorang mukmin itu tidak akan terjebak dalam lobang yang sama dua kali.”

Artinya, seorang muslim bisa jadi terjebak dalam masa hidupnya oleh sesuatu yang tidak nyaman, sesuatu yang tidak disukainya, atau sesuatu yang menyebabkannya memperoleh kerugian atau penderitaan; namun segera setelah itu ia tersadar akan bahayanya, kemudian segera mencari penyebabnya dan mewaspadai langkah-langkah berikutnya agar tidak memperoleh kerugian yang sama atau lebih parah.

Dalam hal ini Allõh سبحانه وتعالى sudah memberi berbagai teguran, berbagai peringatan agar manusia mencari apa penyebabnya. Bahkan sebelum terjadi, Allõh سبحانه وتعالى telah isyaratkan tentang sebab dan akibat: Jika berbuat A maka akan berakibat B. Read more…

“Nasehat” Fir’aun

25 November 2018

Mendengar kata “Fir’aun” sesungguhnya bagi seorang Muslim otomatis terbayang tentang kesombongan, kekejaman, kedzoliman dan ketiraniannya. Maka apakah yang dimaksud dengan “Nasehat Fir’aun” itu?

Sebagai pembesar, wajar jika sikap dan kata-katanya akan menjadi rujukan dan panutan. Maka demikian pula dengan Fir’aun. Keputusan Fir’aun haruslah diikuti. Kedzoliman Fir’aun sangat sulit untuk dibantah dan dilawan, sedemikian rupa ambisinya untuk menjaga keutuhan dan kelanggengan tahtanya. Jangankan yang sudah menggejala, yang belum sekalipun bila perlu tidak boleh terjadi. Betapa tidak, saat tukang sihir berfatwa bahwa akan ada peluang yang merugikan Fir’aun, maka sejak saat itu kekejaman menjadi kebijakannya. Read more…

Peruntuh Islam

18 November 2018

Hendaknya setiap kita sadar dengan sesadar-sadarnya terhadap sabda Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم yang menyatakan bahwa Islam ini bermula dalam keadaan aneh dan akan kembali menjadi aneh seperti semula. Pernyataan ini sangatlah benar jika kita perhatikan dengan apa yang dialami oleh kaum muslimin saat ini.

Benar” menjadi dipahami dan disikapi “Salah”, sementara “Salah” dipahami dan disikapi seolah itu “Benar”. Sesuatu yang Ma’ruf diajarkan, dibenarkan oleh Syari’at Islam kenyataannya diingkari, dipersekusi, bahkan dikriminalisasi. Sementara perkara yang Mungkar didiamkan, dibiarkan seolah merupakan Pembenaran. Tentu gejala seperti ini tidak begitu saja mengalir tanpa Pelakunya. Dan Pelaku itu pun jangan dikira berasal hanya dari luar kaum Muslimin, tetapi justru datang dari dalam kalangan Muslimin itu sendiri. Sehingga Islam yang seharusnya dibangun, dijunjung tinggi, diagungkan, dimuliakan dan dijayakan menjadi terpuruk dan terhina karena perbuatan dan ulah mereka para Peruntuh Islam. Read more…

Pemuda Generasi Masa Depan

18 November 2018

Pemuda adalah suatu periode dalam kehidupan manusia yang sangat dibanggakan. Fase ini adalah fase yang identik dengan keperkasaan, kekuatan, produktivitas, kreativitas dan berbagai kemampuan lainnya. Terbukti di dalam sejarah sejak dahulu kala, bahkan sejak manusia ada di muka bumi ini, bahwa masa pemuda ini adalah masa yang menjadi akar sejarah.

Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم melalui pendidikan dan pengajarannya senantiasa konsen dalam membangun dan membentuk karakter dan kepribadian para pemuda; sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa dari hasil didikan dan bimbingan Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم terlahir generasi pemuda-pemuda yang berkarakter dan berkepribadian agung. Read more…

Manusia Pasti Akan Mati

22 September 2018

Tidak dapat dipungkiri bahwa ciri alam dunia ini adalah dikenalnya batasan. Segala sesuatu pasti ada batasnya. Batas berawal, bahkan batas berakhir. Kalau lahirnya manusia ke dunia merupakan batas awal, maka kematian adalah batas akhir. Aturan ini tidak ada yang dapat membantahnya, siapapun dia….

Keberadaan manusia di dunia ini tidaklah lepas dari misi yang sebelumnya telah Allõh سبحانه وتعالى beritahu. Jika berhasil menuntaskan misi tersebut, maka keberuntungan dan kebahagiaan lah yang akan diraihnya. Namun sebaliknya, jika dia tidak mengerjakan apa yang menjadi misi hidupnya; maka kerugian dan malapetaka lah yang harus siap ditanggungnya.

Kehidupan adalah nikmat Allõh سبحانه وتعالى dan kematian adalah pertanggung-jawaban. Maka hendaknya setiap manusia bersiap untuk mempertanggung-jawabkan berbagai nikmat yang telah dinikmatinya. Read more…