Skip to content

Manusia Pasti Akan Mati

22 September 2018

Tidak dapat dipungkiri bahwa ciri alam dunia ini adalah dikenalnya batasan. Segala sesuatu pasti ada batasnya. Batas berawal, bahkan batas berakhir. Kalau lahirnya manusia ke dunia merupakan batas awal, maka kematian adalah batas akhir. Aturan ini tidak ada yang dapat membantahnya, siapapun dia….

Keberadaan manusia di dunia ini tidaklah lepas dari misi yang sebelumnya telah Allõh سبحانه وتعالى beritahu. Jika berhasil menuntaskan misi tersebut, maka keberuntungan dan kebahagiaan lah yang akan diraihnya. Namun sebaliknya, jika dia tidak mengerjakan apa yang menjadi misi hidupnya; maka kerugian dan malapetaka lah yang harus siap ditanggungnya.

Kehidupan adalah nikmat Allõh سبحانه وتعالى dan kematian adalah pertanggung-jawaban. Maka hendaknya setiap manusia bersiap untuk mempertanggung-jawabkan berbagai nikmat yang telah dinikmatinya. Read more…

Kitab Tanbihul Ghofilin: Khianat

22 September 2018

Tidak ada kebaikan dalam bentuk apapun, baik secara akal, fitrah maupun budaya; kecuali Islam telah mengajarkan dan menuntunkannya…
Demikian pula setiap keburukan dan kemunkaraan, baik secara akal, fitrah maupun budaya; kecuali Islam telah mewanti-wanti agar manusia tidak mendekatinya, tidak melakukannya, bahkan telah menetapkan sanksi dan hukuman berat tentangnya….
Yang demikian itu adalah bentuk rahmat Allõh سبحانه وتعالى bagi manusia.

Setiap pelanggaran yang merugikan diri, apalagi merugikan orang / pihak lain; maka ancaman Allõh سبحانه وتعالى bukanlah sesuatu khayalan. Bahkan jika tidak diindahkan, maka sejarah lah yang menjadi buktinya, betapa berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh manusia pastilah akan mendatangkan malapetaka. Read more…

Sendi Akhlaq yang Mulia

22 September 2018

Eksistensi dari manusia yang terpenting adalah antara lain etika dan moralitasnya. Hal itu bisa dipastikan menjadi pembeda antara manusia dan bukan manusia. Karena jati diri manusia itu adalah akhlak yang mulia.

Jika syaithõn itu karakter yang merekat padanya adalah penentangan dan ma’shiyat serta makar; maka Muslim tidaklah demikian….
Jika hewan ternak hidupnya melulu adalah syahwat; maka manusia apalagi Muslim adalah diatas itu….
Jika binatang buas ciri khasnya adalah memangsa dan memperdaya; maka Muslim bukanlah seperti itu…..

Kalaulah demikian…
Perilaku apa yang menyematkan bahwa dia adalah manusia dan dia adalah Muslim? Read more…

Shibghotullõh (Celupan Allõh)

22 August 2018

Budaya itu warna dan citra. Seseorang dapat dikenal dengan budayanya. Di dunia ini banyak sekali budaya, bahkan mungkin tidak terhitung; karena bisa jadi setiap orang, bahkan keluarga juga punya budaya sendiri-sendiri yang berbeda dengan yang lainnya. Gaya berpikir itu budaya, bermata pencaharian itu budaya, lalu ada budaya berestetika, budaya mengatasi masalah, budaya bersenang-senang, budaya mengatasi rasa sedih, dan lain sebagainya.

Yang harus diingat bahwa ISLAM BUKAN BUDAYA, dan BUDAYA BELUM TENTU ISLAM ! Read more…

Krisis Loyalitas

19 August 2018

Sesungguhnya sesuatu yang sangat prinsip yang seharusnya ada pada setiap muslim adalah bahwa dia telah berikrar dengan dua kalimat syahadat, yang diantaranya ialah ia bersaksi bahwasanya tidak ada yang benar yang berhak untuk diibadahi, kecuali hanyalah Allõh سبحانه وتعالى. Ini berarti bahwa ia meyakini hanya Allõh سبحانه وتعالى lah yang berhak menjadi Tuhannya dan hanya Allõh سبحانه وتعالى pula lah Dzat yang berhak dia mempersembahkan segenap penghambaannya.

Dengan syahadatnya itu pula berarti ia menyatakan bahwa selain Allõh سبحانه وتعالى itu tidak berhak untuk menjadi Tuhannya, dan segala persembahannya kepada-Nya dinyatakan tidak benar dan syirik. Read more…

Hari ‘Arofah Mengikuti Wukuf di ‘Arofah

18 August 2018

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

PERNYATAAN SIKAP
Nomor: 01-3918/SKP/P-An-Najat/2018

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. وبعد

Berkaitan dengan banyaknya pertanyaan dan saran yang masuk kepada kami yang menuntut kami untuk menyatakan sikap berkenaan dengan penentuan hari ‘Arofah dan ‘Idul Adha pada tahun 1439 Hijriyah / 2018 Masehi. Maka :

Menimbang:

1. Diantara bukti rahmat Allõh سبحانه وتعالى adalah bahwa Allõh سبحانه وتعالى telah memilihkan untuk hamba-Nya waktu-waktu yang memiliki keutamaan dibanding dengan waktu lainnya (QS. al-Qoshosh/28: 68), agar digunakan untuk berlomba-lomba di dalam kebaikan (QS. al-Baqoroh/2: 148).

2. Bahwa Allõh سبحانه وتعالى telah memilih 10 hari dari bulan Dzulhijjah sebagai hari yang sangat utama untuk beramal shõlih. Bahkan pada 10 hari ini adalah lebih utama dari berjihad di jalan Allõh, sebagaimana sabda Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallõhu ‘anhu, “Telah bersabda Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم, “Tidaklah ada hari-hari dimana seorang hamba beribadah kepada Allõh didalamnya yang lebih Allõh cintai dari (ibadah) pada 10 hari ini.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rosũlullõh, betapapun dengan berjihad di jalan Allõh?” Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم menjawab, ” Betapapun berjihad di jalan Allõh, kecuali seseorang yang keluar (dari rumahnya) dengan membawa nyawanya dan hartanya kemudian tidak kembali dari semua itu sesuatupun.” (HR. Abu Dãwud, at-Turmudzi dan Ibnu Mãjah dari ‘Abdullõh bin ‘Abbas rodhiyallõhu ‘anhu)[1] ; dan juga yang merupakan bagian dari 4 bulan yang diharomkan oleh Allõh سبحانه وتعالى dari 12 bulan dalam setahun (QS. at-Taubah/9: 36). Read more…

Mereka Berkata : “Sembelihlah Islam dengan Pisau Islam”

6 May 2018

Setiap Risalah yang berasal dari Allõh سبحانه وتعالى dan kemudian disampaikan dan diserukan oleh para Nabi kepada ummatnya tak terkecuali Rosũlullõh Muhammad صلى الله عليه وسلم senantiasa menemui penentangan, penghalangan dan permusuhan. Padahal Risalah dan yang menyampaikan Risalah tidak lain merupakan wujud rahmat Allõh سبحانه وتعالى kepada manusia, agar manusia selamat dan bahagia di dunia dan di akherat nanti. Sedemikian rupa permusuhan dan penentangan ummat ini sehingga upaya mematikan dan memadamkan Cahaya-Nya tak pernah akan berhenti, dari zaman dahulu kala hingga akhir zaman kelak; baik dari kalangan Barat maupun Timur, baik dari kalangan Utara maupun Selatan. Maka patutlah sebagai seorang muslim untuk mengetahui dan menyadari serta mewaspadainya. Read more…