Skip to content

Taubat adalah Kemestian (Kajian-1, Kajian-2)

3 January 2016

Taubat adalah Kemestian

Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia sejak awal penciptaannya memang lah tidak sempurna. Bahkan dari namanya “Insan”, sudah terkandung makna “Kelemahan”. Oleh karena itu, sering kita mendengar perkataan: “Manusia adalah tempat salah dan lupa”.

Sedemikian rupa Allõh سبحانه وتعالى telah sandingkan bersamaan dengan kekurangannya itu, berupa ajaran – tuntunan dan bimbingan yang jika mereka mematuhinya, mereka akan lebih baik dari malaikat. Tetapi sebaliknya, jika mereka tenggelam, maka bahkan bisa lebih rendah dari derajat hewan.

Bertaubat kepada Allõh سبحانه وتعالى dengan maknanya yang utuh, adalah Allõh سبحانه وتعالى dan Rosũl-Nya صلى الله عليه وسلم tuntunkan sebagai ibadah dan pengabdian manusia – sebagai hamba kepada Allõh سبحانه وتعالى yang telah Mencipta dan Menganugrahinya berbagai karunia.

Bertaubat bukan saja merupakan kebutuhan bagi mereka yang berdosa, sehingga kesalahan mereka dapat lebur dan terhapus; akan tetapi taubat juga merupakan jati diri Iman seseorang. Read more…

Jika Kebencian Itu Tertanam

13 December 2015

Jika Kebencian Itu Tertanam

Setiap manusia pastilah mencintai dirinya sendiri, mencintai keluarganya, mencintai hartanya, dan mencintai negerinya. Tapi, sadarkah bahwa Islam yang dianutnya sejak nenek moyangnya dan bapak ibunya, sejak kecilnya hingga saat ini telah dan sedang dengan setianya membimbing dia, menuntun dia menuju keselamatan, kebahagiaan, kemakmuran dan semua kebaikan di dunia dan setelah dia meninggal dunia.

Kenyataannya, tidak semua Muslim menjiwai Islam, mencintai Islam dan membela Islam. Justru aneh bin ajaib, tidak sedikit Muslim yang justru apriori terhadap Islam, tidak menyukai Islam, bahkan parahnya justru terperangkap dalam skenario makar musuh-musuh Allooh سبحانه وتعالى untuk anti dan membenci Islam. Padahal jika manusia mencintai sesuatu maka yang jelek pun akan tampak baik; sebaliknya jika manusia membenci sesuatu maka jangankan yang jelek, bahkan bisa jadi yang baik pun akan dianggapnya jelek. Read more…

Etika Berinteraksi Sesama Muslim

8 October 2015

Islam adalah ajaran yang paripurna. Terbukti Islam tidak sekedar mengatur dan membimbing interaksi antara manusia dengan Allooh سبحانه وتعالى atau yang dikenal dengan istilah “Hubungan Vertikal” atau juga dikenal dengan “Habluminallooh”. Akan tetapi Islam juga secara totalitas membekali manusia dengan aturan-aturan tentang bagaimana terwujudnya suatu harmonisasi antar dan inter makhluq itu sendiri.

Islam mengatur bagaimana hubungan antar sesama manusia yang dikenal dengan istilah “Hubungan Horisontal” atau “Habluminannas”. Bukan hanya antar sesama Muslim saja, tetapi juga bagaimana hubungan antara orang Muslim dengan orang Kaafir. Bahkan, bagaimana hubungan antara seorang Muslim yang taat dengan seorang Muslim yang Faasiq, atau yang Dzolim. Bahkan lebih dari itu, Islam memiliki peradaban yang tinggi, luhur dan beradab kepada makhluq lain seperti hewan dan tetumbuhan. Read more…

Sebab Lemahnya Kaum Muslimin

5 October 2015

Sebab Lemahnya Kaum Muslimin

Allõh سبحانه وتعالى berfirman dalam QS. Ãli ‘Imrõn : 110, “Kalian (ummat Islam) adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia….”

Ayat ini memberikan isyarat, sekaligus juga tantangan agar kaum Muslimin menjadi ummat yang terbaik dan unggul.

Sejarah telah menggoreskan hal ini, dimana dunia tidak dapat mengingkari kemajuan dan keunggulan produk peradaban Islam pada zaman Nabi صلى الله عليه وسلم, pada zaman para Shohabat رضي الله عنهم sampai dengan zaman para penguasa Islam yang shõlih dimana pada saat itu kaum Muslimin sepenuh keyakinan membara dalam raga, nyata dalam kata maupun karya.

Namun pada saat sendi-sendi dan formula penyebab keunggulan itu hari demi hari semakin ditinggal, semakin dijauhi, dan semakin dunia melalaikan mereka, menipu mereka; maka kehinaan pun, kejatuhan pun semakin hari semakin tak bisa dihindarkan. Semakin melemah, semakin dipandang rendah oleh musuh-musuh Allooh سبحانه وتعالى. Na’ũdzu billahi min dzãlik. Read more…

Perkawinan Sejenis

30 September 2015

Perkawinan Sejenis

Allooh سبحانه وتعالى sebagai Pencipta dan Penguasa semesta alam telah berkehendak untuk menjadikan manusia, bahkan makhluq di alam semesta ini berjodoh-jodohan, berpasang-pasangan. Artinya: laki-laki kawin dengan perempuan, dan perempuan kawin dengan laki-laki.

Sedangkan perkawinan laki-laki dengan laki-laki (homoseksual), atau perempuan dengan perempuan (lesbian) adalah menyalahi fitroh bahkan menentang apa yang menjadi larangan Allooh سبحانه وتعالى; dan seakan menantang kutukan Allooh سبحانه وتعالى.

Oleh karena itu, paling mendasar bagi manusia adalah hendaknya mengetahui kehendak Allooh سبحانه وتعالى, mematuhi kehendak Allooh سبحانه وتعالى dan takut terhadap murka Allooh سبحانه وتعالى. Read more…

Mimpi Para Nabi adalah Wahyu

28 September 2015

Diantara keajaiban yang Allooh سبحانه وتعالى tampakkan pada manusia adalah Mimpi. Setiap orang pernah merasakan bermimpi. Ada yang baik, ada yang buruk. Ada yang menjadi kenyataan, ada yang sekedar bunga tidur. Namun, berbeda dengan Mimpi seorang Nabi. Karena Nabi adalalah manusia pilihan. Karena Nabi adalah diantara hamba Allooh سبحانه وتعالى yang Allooh سبحانه وتعالى amanahi Risaalah. Karena Nabi adalah manusia yang ma’shum, terjaga dari salah dan dosa.

Mimpi bagi seorang Nabi adalah Wahyu, yang bisa berwujud syari’at yang diamalkan, baik oleh dirinya sendiri, maupun oleh ummat yang setia mengikutinya. Seperti halnya, mimpi Nabi Yusuf عليه السلام, mimpi Nabi Ibrohim عليه السلام, termasuk juga mimpi Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Sebagai orang yang beriman kepada kebenaran Al Qur’an bahkan Hadiits, sudah seharusnya jika konsekwen mengikuti nilai ajarannya, dan tidak menolak atau mencela dan menuduhnya sebagai suatu hal yang buruk; misalnya: Nabi Ibrohim عليه السلام yang bermimpi menyembelih anaknya dan akan melaksanakannya, berikutnya memusyawarahkannya dengan putranya yang dimaksud akan disembelihnya, dan sikap pasrah penuh kesabaran dari anaknya dituduh sebagai “Nabi Kriminal”. Read more…

Tanda-Tanda Haji Mabruur

28 September 2015

Haji yang Mabruur” adalah julukan yang menyejukkan hati, merupakan kebanggaan bagi setiap yang berhasil memperolehnya di satu sisi, dan menjadi tanggung jawab di sisi yang lain.

Bukanlah suatu hal yang mudah untuk meraih Haji Mabruur. Sebelum berangkat, semua persiapan harus benar-benar sesuai dengan petunjuk dan tuntunan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Antara lain: Niat yang ikhlas, Harta yang halal, Ilmu yang benar, fisik yang siap, dll.

Pada saat ibadah haji sedang berlangsung ditunaikan, dia harus kuat, dia harus sabar, dia harus memahami tentang adanya orang lain yang berkepentingan sama, dia harus selesaikan setiap bagian daripada satu demi satu dengan tuntas dan harus terhindar dari perbuatan yang faasiq (ma’shiyat) dan atau perkara yang tidak berguna (sia-sia), penuh keuletan hingga akhirnya dia pulang. Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 268 other followers