Skip to content

Muqoddimah “Sumber-Sumber Hukum Islam” (Kajian-2)

27 Oktober 2014

(Resume Ceramah – Baytul Mukhlishiin 03/17102014)

 

MUQODDIMAH “SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM” (KAJIAN-2)

Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc. M.M.Pd

 

Muqodimah Sumber Hukum Islam#2 Pic-1

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh [1] سبحانه وتعالى,

Alhamdulillah pada pertemuan yang lalu telah kita kaji kekhususan apa saja yang menjadikan Al Qur’an dan As Sunnah itu sebagai Dalil Syar’i yang paling Pokok / Utama.

Berikutnya kita akan membahas tentang “Ke-khas-an Syari’at Islam” atau “Khoshoo-ish Asy Syari’ah Al Islamiyyah” (خصائص الشريعة الإسلامية). Apa sajakah yang menjadi khas-nya Syari’at Islam jika dibandingkan dengan Hukum-Hukum selainnya ? Sebagai kaum muslimin, kita perlu mengetahuinya. Baca selengkapnya…

Muqoddimah “Sumber-Sumber Hukum Islam” (Kajian-1)

26 Oktober 2014

(Resume Ceramah – Baytul Mukhlishiin 02/03102014)

MUQODDIMAH “SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM” (KAJIAN-1)
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc. M.M.Pd

Muqodimah Sumber Hukum Islam#1 Pic-1

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh [1] سبحانه وتعالى,

Alhamdulillah kita dapat bermajelis kembali untuk membahas sebuah tema yang berjudul “Sumber-Sumber Hukum Islam” atau “Mashoodir Ahkaamil Islaam” (مصادر أحكام الإسلام). Pada pertemuan yang lalu, kita telah mengulas bagaimana posisi “Sumber-Sumber Hukum Islam” itu terletak dalam struktur atau peta global hubungan antara Islam dengan Tatanan Kehidupan Manusia.

Adapun pada pertemuan kali ini, kita akan mulai mengkaji tentang “Sumber-Sumber Hukum Islam” itu sendiri. Dan Kitab-Kitab yang menjadi rujukannya antara lain adalah:

1) Kitab yang berjudul “Ma’aalimu Ushuulil Fiqhi ‘Inda Ahlus Sunnati Wal Jamaa’ah” (Rumusan-Rumusan Ushul Fiqih menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah) yang merupakan karya dari Syaikh Muhammad bin Husein bin Hasan Al Jiizaany.
2) Kitab yang berjudul “Al Madkhol Ilaa Asy Syari’ah Wal Fiqhi Al Islaamy” (Pengantar Menuju Syari’at dan Fiqih Islam ) karya Al Ustadz (Prof. Dr.) ‘Umar Sulaiman Al Asyqor.
3) Kitab yang berjudul “Ar Risaalah” karya Al Imaam Muhammad bin Idris Asy Syaafi’iy رحمه الله.
4) Kitab yang berjudul “Al Wajiizu Fii Ushuulil Fiqhi” (Ringkasan Ushuul Fiqih), karya Dr. Abdul Kariim Zaidan, seorang ‘Ulama Ahlus Sunnah dari Iraq. Baca selengkapnya…

Kitab Tanbihul Ghofiliin : Keutamaan Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Kajian-4)

8 Oktober 2014

Pengingat Bagi Orang-Orang Lalai” itulah terjemahan kitab yang akan kita simak bersama beberapa majelis ke depan in-syaa Allooh Ta’aalaa.

Kitab yang merupakan karya besar dari Al Imaam Ibnu An Nahaas rohimahullooh yang wafat tahun 814 H, judul lengkapnya adalah “Tanbihul Ghoofiliin ‘alaa A’maalil Jaahiliin Wa Tadziiris Salikiin Min A’maalil Hhaalikiin”. Baca selengkapnya…

Bangunan Islam (Islam & Tatanan Kehidupan)

28 September 2014

(Resume Ceramah – Baytul Mukhlishiin 19092014)

 

BANGUNAN ISLAM (ISLAM & TATANAN KEHIDUPAN)
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc. MM.Pd

Bangunan Islam (Islam & Tatanan Hidup)

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Yang harus selalu kita sadari bahwa tujuan kita bermajelis adalah untuk:

1) Ziyaadat al ‘Imaan (زيادة الإيمان ), yaitu menambah Iman. Jadi bermajelis itu adalah untuk menambah kualitas Iman, bukan sekedar untuk mengisi waktu kosong belaka.
2) Ziyaadat al ‘Ilmi (زيادة العلم ), yaitu menambah ‘Imu (syar’ie). Jadi janganlah bertahun-tahun mengaji, tetapi ‘Ilmu (diin) kita tidak bertambah secara signifikan dan amalan pun tak menjadi lebih baik. Alangkah meruginya apabila demikian.
3) Ziyaadat at Taqwa (زيادة التقوى ), yaitu menambah Taqwa kepada Allooh سبحانه وتعالى.
4) Taushiqul Ukhuwwah (توثيق الأخوة ), yaitu memperkokoh Ukhuwwah dengan sesama kaum Muslimin. Bagaimana caranya agar Ukhuwwah kita dengan sesama kaum Muslimin itu dengan bertambahnya hari, bertambah semakin baik dan kokoh. Janganlah hanya mengaji, tetapi bersikap ‘nafsi-nafsi’ (masing-masing) atau hanya memikirkan diri sendiri saja. Karena di zaman sekarang ini, tak dapat dipungkiri bahwa kaum Muslimin sedang mengalami krisis Ukhuwwah. Baca selengkapnya…

Makna 10 Hari Pertama Bulan DzulHijjah & Tuntunan ber-Qurban

16 September 2014

Makna 10 Hari Pertama bln DzulHijjah

Jika orang mencari keberuntungan, maka selain prospek yang diketahui, juga adalah penting untuk diperhatikan tentang momentumnya.

Berjualan di pinggir jalan adalah lebih menguntungkan dibandingkan dengan berjualan di kampong yang sepi. Demikian pula, berjualan di keramaian karena adanya acara besar, berbeda dengan berjualan di hari biasa yang tidak memiliki momentum tertentu.

10 hari pertama bulan Dzul Hijjah adalah waktu dan momentum yang Rosuululloohصلى الله عليه وسلم beritakan kepada kita bahwa beribadah pada waktu-waktu itu sangatlah dilipatgandakan pahalanya. Baca selengkapnya…

Kitab Tanbihul Ghofiliin: Muqoddimah Keutamaan Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Kajian 1, 2 ,3)

17 Agustus 2014

Pengingat Bagi Orang-Orang Lalai” itulah terjemahan kitab yang akan kita simak bersama beberapa majelis ke depan in-syaa Allooh Ta’aalaa.

Kitab yang merupakan karya besar dari Al Imaam Ibnu An Nahaas rohimahullooh yang wafat tahun 814 H, judul lengkapnya adalah “Tanbihul Ghoofiliin ‘alaa A’maalil Jaahiliin Wa Tadziiris Salikiin Min A’maalil Hhaalikiin”. Baca selengkapnya…

Kemenangan yang Semu

28 Juni 2014

Sering lewat pada pendengaran kita bahwa bulan Romadhon adalah “Bulan Kemenangan”. Terlebih pada saat Romadhon berakhir…. Menang… menang dan menang…
Apa yang dimaksud dengan “Menang” dan “Kemenangan”, kalaulah “Menang” sekedar karena kita mampu melalui bulan Romadhon ? Maka memang usia kita dan bulan Romadhon adalah bukan dalam genggaman kekuasaan kita. Allooh سبحانه وتعالى lah yang memberi kita panjang umur. Dan Allooh سبحانه وتعالى lah yang mempergilirkan dari bulan Sya’ban menjadi Romadhon, dan setelah Romadhon adalah Syawwal. Jika kita mampu melalui, melewati lapar dan dahaga sebulan lamanya maka berapa banyak, bahkan anak-anak seperti itu mereka pun mampu melakukannya.

Tetapi kalau “Menang” dalam artian bahwa kita mampu memenangkan syari’at Allooh سبحانه وتعالى, memenangkan hukum-hukum Allooh سبحانه وتعالى, mengagungkan kehendak Allooh سبحانه وتعالى; dan sebaliknya mengalahkan hawa nafsu, meninggalkan aturan-ajaran-pedoman-tatanan-nilai yang menyalahi, yang menyimpang, yang melanggar, yang bertentangan, dan yang melawan Syari’at; maka semua itu belum lah terbukti. Perlu fakta, perlu bukti, bahwa Allooh سبحانه وتعالى dan syari’at-Nya yang kita menangkan. Perlu fakta, perlu bukti bahwa selain Allooh سبحانه وتعالى, termasuk kemauan manusia yang kita kalahkan. Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 235 pengikut lainnya.