Skip to content

Kemenangan yang Semu

28 Juni 2014

Sering lewat pada pendengaran kita bahwa bulan Romadhon adalah “Bulan Kemenangan”. Terlebih pada saat Romadhon berakhir…. Menang… menang dan menang…
Apa yang dimaksud dengan “Menang” dan “Kemenangan”, kalaulah “Menang” sekedar karena kita mampu melalui bulan Romadhon ? Maka memang usia kita dan bulan Romadhon adalah bukan dalam genggaman kekuasaan kita. Allooh سبحانه وتعالى lah yang memberi kita panjang umur. Dan Allooh سبحانه وتعالى lah yang mempergilirkan dari bulan Sya’ban menjadi Romadhon, dan setelah Romadhon adalah Syawwal. Jika kita mampu melalui, melewati lapar dan dahaga sebulan lamanya maka berapa banyak, bahkan anak-anak seperti itu mereka pun mampu melakukannya.

Tetapi kalau “Menang” dalam artian bahwa kita mampu memenangkan syari’at Allooh سبحانه وتعالى, memenangkan hukum-hukum Allooh سبحانه وتعالى, mengagungkan kehendak Allooh سبحانه وتعالى; dan sebaliknya mengalahkan hawa nafsu, meninggalkan aturan-ajaran-pedoman-tatanan-nilai yang menyalahi, yang menyimpang, yang melanggar, yang bertentangan, dan yang melawan Syari’at; maka semua itu belum lah terbukti. Perlu fakta, perlu bukti, bahwa Allooh سبحانه وتعالى dan syari’at-Nya yang kita menangkan. Perlu fakta, perlu bukti bahwa selain Allooh سبحانه وتعالى, termasuk kemauan manusia yang kita kalahkan. Baca selengkapnya…

Bulatan yang Dianggap Tuhan

15 Juni 2014

Bulatan yang Dianggap Tuhan

Hanya dalam hitungan beberapa jam yang lalu saja, piala atau kejuaraan dunia, makhluq berbentuk bulatan baru saja dibuka dan diresmikan. Dan diperkirakan sebulan lamanya pesta ini akan berlangsung.

Berapa banyak pengagum terhadap makhluq yang satu ini, hingga tiket mahal pun bukan menjadi bahan pertimbangan. Waktu pun tidak lagi menjadi umur yang disayang. Padahal, kini kita sedang berada di pertengahan kedua bulan Sya’ban, dan sebentar lagi ummat Islam akan menyambut bulan Romadhoon yang suci. Bulan yang agung, bulan yang dirindu bagi Ahli Ibadah dan Ahli Taqwa. Tetapi justru waktu-waktu yang sedemikian berharga dan mahal itu akan terkalahkan dengan pesta nonton bahkan final yang ramai dan meriah.

Bagi orang kaafir, tidaklah kita perlu berkomentar; tetapi saudara seiman, se-Islam marilah kita ingatkan agar sadar apa sebenarnya yang telah menyebabkan ummat ini sedemikian gandrung dan cenderung hingga tidak sedikit kaum Muslimin, terutama pemudanya bukan lagi menggemakan “Alloohu Akbar”, tetapi justru “Al Kurotu (Bola) Akbar”…. Alloohul musta’aan. Baca selengkapnya…

Ambisi

15 Juni 2014

Dalam salah satu hadits Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda, “Janganlah kalian meminta suatu jabatan, karena sesungguhnya ia adalah amanah; dan pada hari Kiamat akan menjadi penyesalan.”

Dalam firman Allooh سبحانه وتعالى, Allooh سبحانه وتعالى berfirman, “Tidaklah kehidupan dunia itu, melainkan kesenangan yang menipu.”

Sedemikian rupa ayat dan hadits, bahkan masih banyak lagi; tetapi tetap saja tidak sedikit manusia yang terlena, tertipu dan terpukau dengan berbagai alasan, hingga akhirnya muncullah sifat AMBISI. Ambisi ingin menjadi Penguasa, ambisi ingin menjadi orang kaya, ambisi ingin menguasai orang lain, bahkan ambisi ingin menguasai semesta alam. Padahal dia adalah makhluq yang lemah. Kalaupun mendapat dari apa yang dia ambisi-i, dia tidak akan menikmati, kecuali apa yang dia nikmati dari kerongkongan, perut dan kemaluan.

Karena ambisi, tidak sedikit lahir watak-watak yang tidak terpuji, egois, aniaya, tirani, buta dan tuli bahkan terhadap bimbingan yang telah menjadikannya tercipta. Baca selengkapnya…

Tunaikan Amanah

13 Juni 2014

Secara naluri, instink dan pembawaan bahwa manusia berpotensi untuk jujur dan amanah; karenanya Islam memupuk, membimbing dan mengembangkannya. Tanpa amanah dan kejujuran, dunia ini akan hancur dan musnah.

Setiap manusia butuh akan kejujuran dan amanah. Jujur dan amanah itu akan berdampak besar manfaat dan maslahatnya. Bukan saja di dunia ini, tetapi bahkan setelah dimusnahkannya dunia ini.

Seseorang jika ingin banyak teman, tumbuh jaringan hidupnya itu hanya akan tumbuh dengan kejujuran dan amanah. Jika seseorang ingin tenang dan tentram dalam hidupnya, maka jujur dan amanah imunisasinya. Jika orang ingin dihormati, dipercaya dan diagungkan, amanah dan jujur adalah jawabannya. Kecintaan, simpati dan kepercayaan hanya akan muncul dan tumbuh jika amanah dan jujur merekat dalam dirinya. Baca selengkapnya…

Untuk Dihindari

9 Juni 2014

Allooh سبحانه وتعالى adalah Pencipta. Allooh سبحانه وتعالى adalah Penguasa. Sedangkan manusia adalah makhluq dan dibawah kuasa Allooh سبحانه وتعالى. Allooh سبحانه وتعالى memerintah dan manusia wajib mematuhi. Perintah Allooh سبحانه وتعالى bisa jadi berupa perkara yang harus dikerjakan, selain itu juga ada perintah Allooh سبحانه وتعالى yang wajib untuk dihindari dan ditinggalkan.

Sedemikian rupa Allooh سبحانه وتعالى telah menuntun, menetapkan dan mengatur dua jenis syari’at ini. Bahkan Allooh سبحانه وتعالى berjanji bagi siapa yang menjalankan perintah Allooh سبحانه وتعالى, maka Allooh سبحانه وتعالى akan jadikan dia berhak atas pahala dan surga. Sebaliknya siapa yang melanggar apa yang dilarang Allooh سبحانه وتعالى, maka Allooh سبحانه وتعالى ancam dia dengan neraka jahannam.

Orang yang beriman akan berusaha dalam hidupnya, baik gerak maupun diamnya, untuk selalu taat pada Allooh سبحانه وتعالى. Sebaliknya orang yang fasiq, orang yang dzolim, dia tidak lagi peduli apa itu aniaya, apa itu kedzoliman, apa itu kefasiqan dan kema’shiyatan, karena mereka lalai atau menyepelekan atau melanggar atau bahkan sengaja keluar dari garis ketaatan. Baca selengkapnya…

Pemimpin Bani Isroil adalah Para Nabi

4 Juni 2014

Tidak sedikit kaum Muslimin bahkan di kalangan terpelajar sekalipun, yang masih berkeyakinan bahwa Islam seolah-olah tidak memiliki konsep yang komprehensif tentang perpolitikan dan ketatanegaraan. Sehingga sekuler kerap menjadi pilihannya; dimana urusan Negara adalah urusan politikus sedangkan urusan agama adalah urusan para ‘Ulama.

Sungguh paradigma seperti ini bercokol tidak lain karena kurangnya pengetahuan tentang Islam secara proporsional, atau memang hawa nafsu mereka yang membelenggu sehingga lebih memilih “bukan Islam” daripara Islam. Baca selengkapnya…

Pemimpin Ummat dalam Perspektif Syari’at

3 Juni 2014

Pada saat Islam dideretkan dalam deretan agama-agama seperti halnya agama lain: Yahudi, Nashroni, Konghucu, Budha, Hindu dan lain-lainnya; maka kaum Muslimin mengenalnya dengan baik dan menganggapnya itu suatu kebenaran. Namun, ketika Islam adalah Pedoman bagi hidup dan kehidupan manusia, maka tidak sedikit orang yang tidak tahu bahkan bertanya apakah benar. Ketika Islam adalah merupakan agama yang benar disisi Allooh سبحانه وتعالى, sedangkan yang lainnya itu tidak ada yang benar, maka mulailah tidak sedikit yang mulai membantahnya.

Pada saat Islam berbicara tentang konsep kenegaraan, konsep kepemimpinan ummat, protes pun mulai bermunculan. Terlebih mereka orang-orang yang menjadikan liberalisme, sekulerisme, kapitalisme, hingga demokrasi sebagai aturan hidup, maka bukan lagi ke-Islaman yang muncul, akan tetapi justru selain Islam lah yang menjadi alternatifnya. Maka dimana letak posisi Islam dan ke-Islaman ? Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 223 pengikut lainnya.